Untuk top five dari Indonesia dalam pilar tersebut diantaranya adalah price competitiveness Indonesia yang selalu top dunia. Sementara untuk yang paling buruk adalah envirtomental sustainability.
"Jadi kalau mau berdebat maka bertingkah lakulah seperti bagaimana kita dinilai. Kita harus terus menerus secara cepat memperbaiki seluruh variabel penilaian dari 14 pilar tersebut," ujar Menpar.
Indonesia sendiri setelah tahun 2015 melompat 20 peringkat ke posisi 70 dan saat ini di tahun 2017 Indonesia berada di peringkat 42 dari 181 negara yang dinilai oleh WEF tersebut.
Kemudian terkait event, penting sekali untuk melakukan persiapan di awal dengan sangat baik. Harus ada kurator yang baik, desainer baju yang baik. Koreografi juga harus baik.
Event berstandar global harus dapat menghadirkan kurator yang berstandar dunia pula. Dengan kurator yang baik maka akan dapat memilih penampil terbaik diantara yang terbaik.
"Koreografi, kostum, musik semuanya mharus dipastikan. Dan jangan lupa, endorser juga penting," kata dia.
Kelemahan pelaksanaan event kita selanjutnya adalah konsistensi jadwal pelaksanaan. Setiap tahunnya pelaksanaan bisa saja berubah. Tidak tepat waktu.
Berikan Komentar
Dukungan dan legacy yang besar, juga mengandung makna tanggung...
17464
794
06-Apr-2025
451
06-Apr-2025
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia