Begitu juga dengan pengelolaan anggaran yang lebih banyak kepada penyelenggaraan kegiatan. Padahal yang sangat penting adalah bagaimana bisa mempromosikan kegiatan itu dengan baik. Karena kegiatan itu bukan untuk kita tonton sendiri. Tapi untuk mendatangkan wisatawan.
"Kedua hal tersebut membutuhkan komitmen dari para CEO atau kepala daerah. Kalau bupati atau walikotanya tidak bisa, maka kemudian jadwal tersebut diubah. Ini yang salah," ujarnya.
Kemenpar sebut Menpar Arief Yahya, berkomitmen untuk memberikan fasilitasi pendanaan untuk promosi dan publikasi. Tidak akan menyentuh pada pelaksanaan event.
"Karena saya tahu kelemahan rekan-rekan adalah tidak melakukan investasi di media. Maka saya yang akan menutup itu," ujarnya.
Untuk itu ia berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras demi menggenjot pariwisata Indonesia. "Sesuai arahan presiden, agar berkelas dunia," ujarnya. (*)
Berikan Komentar
Dukungan dan legacy yang besar, juga mengandung makna tanggung...
17464
794
06-Apr-2025
451
06-Apr-2025
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia