Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Pasar Semen Nasional Bermasalah, Gubernur Sumbar Berharap Pulih Kembali
Lampungpro.co, 15-Jul-2018

Amiruddin Sormin 969

Share

PADANG (Lampungpro.com): Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Irwan Prayitno, berharap pasar semen Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kembali pulih. Dia yakin pemerintah pasti berusaha serius menjaga PT Semen Indonesia (SI) dan anak perusahaanya seperti PT Semen Padang.

"Saya dapat laporan pasar semen nasional ada masalah. Buktinya ada 30 juta ton semen tak terserap pasar. Tapi itu takkan lama, pemerintah konsen pada pertumbuhan industri dalam negeri," kata dia di Padang, Minggu (15/7/2018).

Profesor ini yakin, pemerintah puna kepedulian tingi dan menjaga agar produksi semen BUMN yaitu Semen Indonesia grup dan Semen Baturaja tetap stabil. "Yang paling penting tentu pasarnya dijaga, kita di daerah terus melakukannya," kata Irwan.

Dia yakin pemerintah mencatat keluhan semen BUMN yang kehilangan pasarnya. "Apalagi Pak Jokowi giat-giatnya membangun infrastruktur. Kalau tol Padang-Pekanbaru tentu memakai Semen Padang karena ini produksi lokal yang bekerja anak negeri," kata Irwan.

Menurut Komisaris PT Semen Padang, Khairul Jasmi, serbuan pabrik semen asing benar-benar merampas pasar semen milik BUMN. Apalagi kemudian ada kebijakan impor semen dan klinker. Ini menurut dia tidak baik. "Bagi kami di Sumbar, Semen Padang harus sehat dan kinerjanya terus menanjak. Sumbar peduli dengan BUMN ini dan SI pasti berbuat yang sama," kata Irwan.

Laba PT Semen Padang pada 2017 turun dari laba 2016 yang mencapai Rp723 miliar. Namun kinerja tersebut masih cukup baik dibandingkan rata-rata industri semen nasional. Untuk 2018, manajemen optimis lebih baik lagi. Ini didukung fakta kinerja dalam group SI lebih baik.

"Momentum ini perlu dijaga oleh semua pihak agar gerak ke arah yang baik tidak terganggu oleh hal-hal yang tidak perlu," kata Plt Komisaris Utaman Semen Padang, Werry Darta Taifur.

Menurut Direktur Keuangan, Tri Hartono Rianto, kinerja perseroan dibanding industri semen nasional relatif bagus. Di sisi lain, Direktur Operasional, Firdaus, menyebutkan dalam memproduksi semen, perseroan ada kendala yakni harga batubara yang selalu tinggi.

Meski begitu perseroan bisa memenuhi kebutuhan bahan bakar dengan kualitas relatif baik. "Batubara lagi mahal-mahalnya," kata Firdaus.

Sedangkan menurut Direktut Utama PT Semen Padang, Yosviandri, sebagai market leader di Sumatera, Semen Padang harus lebih tajam menembus pasar di pulau itu. "Saat ini kita memulai fokus dan tajam ke pasar Sumatera sebagai rumah sendiri," kata Yosviandri. (PRO1)

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya

Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved