“Pesan yang ingin kami sampaikan adalah keadilan akan tegak dengan caranya sendiri. Kita tidak boleh serakah, karena orang yang serakah tidak akan pernah merasa cukup,” tambahnya.
Lebih dari itu, pementasan ini juga menjadi ruang pembuktian bahwa anak-anak difabel memiliki kemampuan, kreativitas, dan semangat yang tidak kalah dengan anak-anak pada umumnya. Sadila berupaya mematahkan stigma negatif yang masih kerap melekat di tengah masyarakat.
“Kami ingin menunjukkan bahwa anak-anak disabilitas itu mampu. Mereka bisa berkarya, mereka bisa tampil, dan mereka berusaha untuk sejajar dengan teman-teman non-disabilitas,” tegas Shiva.
Di balik suksesnya pementasan ini, terdapat proses panjang yang penuh tantangan. Persiapan dilakukan selama kurang lebih tiga bulan, dengan berbagai dinamika yang harus dihadapi oleh para pelatih dan pendamping.
Menjaga fokus dan stamina para pemeran menjadi salah satu tantangan utama, mengingat kondisi fisik dan karakteristik masing-masing anak yang berbeda. Namun, dengan kesabaran, ketelatenan, serta semangat luar biasa dari para peserta, seluruh hambatan tersebut mampu dilalui.
“Dedikasi para pendamping dan semangat anak-anak menjadi kunci utama. Semua proses akhirnya bisa berjalan dengan baik hingga hari pementasan,” jelasnya.
Pementasan Garuda Wisnu Lampung pun tidak hanya meninggalkan kesan artistik, tetapi juga menghadirkan pesan kemanusiaan yang kuat. Tepuk tangan panjang dari penonton menjadi bukti bahwa karya mereka mampu menyentuh hati banyak orang.
Berikan Komentar
Bandar Lampung
495
Olahraga
1329
211
04-May-2026
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia