“Banjir ini bukan hanya masalah pemerintah, tetapi tanggung jawab kita bersama. Semua pihak harus ikut terlibat dalam penanganannya,” ujar Eva.
Ia juga mengungkapkan bahwa kondisi geografis Bandar Lampung menjadi salah satu faktor utama penyebab banjir. Kota ini dilintasi oleh sedikitnya enam sungai besar serta sekitar 33 aliran sungai kecil, yang sebagian di antaranya mengalami penyempitan akibat keberadaan bangunan liar.
Menurutnya, banyak bangunan berdiri di atas aliran sungai bahkan menutup saluran air, sehingga menghambat aliran dan memicu terjadinya banjir saat hujan deras. Kondisi ini dinilai memperparah persoalan yang seharusnya bisa diminimalkan.
“Banyak bangunan yang berdiri di atas sungai, bahkan menutup aliran air. Ini yang membuat fungsi sungai tidak berjalan normal,” jelasnya.
Meski demikian, Eva menegaskan bahwa penertiban bangunan di atas aliran sungai tetap akan dilakukan dengan pendekatan yang humanis. Pemerintah, kata dia, berupaya menghindari konflik sosial dalam proses penanganan tersebut.
“Kita tetap mengedepankan pendekatan yang manusiawi. Namun jika tidak ditangani, Bandar Lampung akan terus dilanda banjir setiap kali hujan deras,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia juga menyoroti pentingnya koordinasi lintas instansi, khususnya antara pemerintah kota, pemerintah provinsi, dan Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung. Sinergi dari hulu hingga hilir dinilai menjadi kunci dalam menyelesaikan persoalan banjir secara menyeluruh.
Berikan Komentar
Bandar Lampung
413
327
28-Apr-2026
268
28-Apr-2026
406
28-Apr-2026
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia