Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Pemprov Lampung Dorong Kolaborasi Multisektoral Percepat Eliminasi TBC di Pesawaran
Lampungpro.co, 22-May-2026

Febri 251

Share

Pemprov Lampung Saat Rakor Penanganan TBC | Lampungpro.co/Dok Kominfo

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.co): Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung mempercepat langkah intervensi penanggulangan Tuberkulosis (TBC) secara multisektoral, melalui kesiapan aplikasi "Lampung Peduli TBC" yang kini memasuki tahap finalisasi di Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Lampung.

Sistem digital ini, diperkuat dengan penambahan variabel data guna mengoptimalkan pelacakan kasus, serta menunjang program perbaikan rumah tidak layak huni bagi pasien TBC.

Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela mengatakan, penuntasan TBC merupakan salah satu dari delapan program hasil terbaik cepat pemerintah pusat, dengan target reduksi kasus hingga 50 persen dalam lima tahun ke depan.

Untuk itu, Pemprov Lampung mengintegrasikan sektor kesehatan dengan sektor perumahan, melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) tahun anggaran 2026.

"Integrasi ini, merupakan langkah perdana yang memberikan bantuan stimulus perumahan secara spesifik bagi pasien TBC, dalam sejarah penanggulangan kesehatan di daerah," kata Jihan Nurlela saat memimpin Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis (TP2TB) Pesawaran secara virtual, Kamis (21/05/2026).

Menurutnya, tahun ini Lampung mendapatkan kuota bantuan stimulus perumahan yang sangat besar hingga mencapai 10 ribu kuota, sehingga Dinas Kesehatan di tingkat kabupaten/kota diminta bergerak agresif untuk melakukan validasi data.

Berdasarkan data sinkronisasi bersama Direktorat Jenderal Perumahan Perdesaan per Mei 2026, dari total 367 usulan pasien TBC di Lampung yang masuk kategori Backlog Dua, ada 217 usulan telah terverifikasi sebagai calon penerima bantuan renovasi rumah, sementara 150 usulan lainnya menjadi data cadangan.

Khusus di Pesawaran, dari 158 usulan awal, baru 54 yang masuk kategori Backlog Dua dan hanya dua pasien yang lolos verifikasi akhir. Merespon data tersebut, Jihan menginstruksikan Dinas Kesehatan Pesawaran untuk melakukan pelacakan dan asesmen lapangan secara lebih progresif, agar kuota bantuan dapat terserap maksimal.

Meskipun fasilitas kesehatan penunjang di Lampung sudah diperkuat dengan 80 mesin Tes Cepat Molekuler dan rencana pengadaan 13 X-Ray Portable, rapor capaian indikator TBC di Pesawaran dinilai masih memerlukan stimulus dan percepatan konkret pada beberapa area kritis.

Rapor kinerja Pesawaran menunjukkan hasil yang beragam pada tiap indikatornya. Capaian indikator keberhasilan pengobatan atau treatment success rate di Pesawaran.mencatatkan hasil yang baik, dengan berada di zona hijau pada angka 93 persen.

Namun capaian investigasi kontak kasus TBC paru masih berada di zona kuning dengan angka 53 persen, disusul oleh indikator terduga TBC yang mendapatkan pelayanan sesuai standar 32 persen.

Kondisi yang memerlukan perhatian mendalam berada pada zona merah, di mana angka penemuan kasus baru atau notification rate baru mencapai 14 persen dari target ideal sebesar 90 persen.

Selain itu, capaian pemberian terapi pencegahan TBC juga masih sangat rendah di angka 2 persen, yang menandakan baru sedikit pasien kontak erat yang mendapatkan perawatan pencegahan.

Rendahnya penemuan kasus ini juga dipengaruhi oleh kuantitas kader TBC di Pesawaran yang baru berjumlah 24 orang, angka terendah di Lampung jika dibandingkan dengan wilayah setara seperti Metro yang telah membina 60 kader.

Untuk memacu kinerja TP2TB Pesawaran, Wakil Gubernur Lampung merumuskan beberapa rekomendasi aksi strategis, dimulai dari percepatan regulasi melalui finalisasi rencana aksi daerah penanggulangan TBC, yang saat ini masih dalam proses pembahasan di Bagian Hukum Sekretariat Daerah Pesawaran.

Jihan juga menekankan pentingnya optimalisasi fungsi tim multisektoral, yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Pesawaran, berdasarkan Surat Keputusan Bupati Nomor 430 Tahun 2024 agar gerakan lapangan lebih terorkestrasi. (***)

Editor : Febri Arianto

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya

Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved