Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Pemprov Lampung Gaet Investasi Pertanian Modern dari Shandong Tiongkok, Produktivitas Diprediksi Naik 30 Persen
Lampungpro.co, 27-May-2025

Febri 67070

Share

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal Saat Hadiri Forum Bisnis di Shandong Tiongkok | Lampungpro.co/Dok Kominfo

TIONGKOK (Lampungpro.co): Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung memperluas jejaring kerjasama internasional, untuk mempercepat transformasi pembangunan daerah, dengan menghadiri forum bisnis di Shandong, Tiongkok pada Senin (26/5/2025).

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, hadir langsung dalam forum bisnis di Provinsi Shandong, Tiongkok, yang melibatkan sekitar 30 perusahaan besar, termasuk Pauli Shandong Taiyuan Energy Co., Ltd.

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, turut menyaksikan penandatanganan Letter of Intent (LoI) antara Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Lampung Ary Meizari, dan CEO Pauli Group.

Penandatanganan tersebut, turut menandai komitmen awal kerjasama investasi di bidang pertanian yang modern atau smart farming, serta potensi pengembangan ke sektor pariwisata dan kawasan industri.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Lampung, Elvira Umihanni mengatakan, langkah tersebut merupakan tindak lanjut konkret dari kunjungan Konsul Jenderal Republik Rakyat Tiongkok untuk wilayah Sumatera, Zhang Min, ke Lampung pada 19 Mei 2025 lalu.

"Kerjasama ini membuka peluang besar bagi transformasi sistem pertanian di Lampung. Teknologi dari Pauli Group, diproyeksikan dapat meningkatkan produktivitas hingga 30 persen, khususnya pada komoditas utama seperti padi, jagung, dan hortikultura," kata Elvira Umihanni.

Menurut Elvira, implementasi proyek tersebut akan dilakukan dengan model kemitraan langsung bersama petani lokal. Hal ini diharapkan mampu memastikan alih teknologi, memperkuat kapasitas produksi, dan meningkatkan kesejahteraan petani secara berkelanjutan.

Gubernur Mirza sendiri, secara konsisten mendorong hilirisasi dan modernisasi sektor pertanian. Upaya ini telah diwujudkan melalui pembangunan silo dan penyediaan alat pengering gabah (dryer) di sentra-sentra produksi.

Pemprov Lampung juga turut aktif dalam memperkuat kemitraan dengan pelaku usaha nasional dan internasional, untuk menjadikan Lampung sebagai lumbung pangan nasional yang berdaya saing.

Shandong sendiri, merupakan salah satu provinsi ekonomi terkuat di Tiongkok, karena terletak di pesisir timur, sehingga provinsi ini dikenal sebagai produsen sayuran terbesar di Tiongkok dan basis penting untuk pengembangan pertanian modern.

Selain itu, Shandong juga memiliki sektor industri yang sangat berkembang, mulai dari manufaktur ringan dan berat, industri makanan, petrokimia, hingga teknologi tinggi.

Provinsi ini menjadi pusat investasi asing dan perdagangan internasional, karena didukung oleh infrastruktur pelabuhan, rel kereta api, dan jalan raya yang sangat maju, salah satu kotanya Qingdao, yang menjadi pusat manufaktur dan ekspor penting di Tiongkok.

"Shandong adalah mitra strategis, karena kemajuan teknologinya di sektor pertanian dan industrinya yang progresif. Kerjasama ini membuka jalan agar Lampung bisa belajar, bertransformasi, dan mengembangkan pertanian berbasis teknologi tinggi," ujar Elvira Umihanni.

Lampung menjadi provinsi pertama di Sumatera, yang melakukan kunjungan resmi ke Shandong. Langkah ini dinilai strategis untuk membuka akses pasar, investasi, dan kemitraan ekonomi lintas negara.

Dengan kolaborasi tersebut, Pemprov Lampung menargetkan percepatan pertanian berbasis teknologi, peningkatan ekspor komoditas unggulan, serta pembukaan lapangan kerja baru bagi masyarakat pedesaan. (***)

Editor : Febri Arianto

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya

Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved