Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Pemprov Lampung Perketat Kesiapsiagaan Hadapi Erupsi Anak Krakatau, Masifkan Layanan Puskesmas dan Rumah Sakit
Lampungpro.co, 08-Sep-2026

Febri 231

Share

Pemprov Lampung Saat Rakor Penanganan Erupsi Gunung Anak Krakatau | Lampungpro.co/Dok Kominfo

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.co): Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung terus memperketat kesiapsiagaan, untuk menghadapi erupsi Gunung Anak Krakatau, meski saat ini kondisi erupsinya sudah mulai menurun.

Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela mengatakan, pihaknya tetap mengimbau kepada masyarakat, untuk mengurangi aktivitas di luar rumah dan meningkatkan perlindungan diri di tengah paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Masyarakat diminta tetap tenang, tetapi tidak menurunkan kewaspadaan selama aktivitas vulkanik masih fluktuatif.

Jijan meminta warga yang masih terdampak abu, untuk menggunakan masker dan alat pelindung lainnya, ketika harus beraktivitas di luar rumah.

Peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau mulai terpantau sejak 4 September 2026. Aktivitas vulkanik kemudian meningkat pada 5 September dan disertai erupsi serta sebaran abu vulkanik ke sejumlah wilayah Lampung dan daerah lainnya.

Pada Senin (7/9/2026), aktivitas gunung masih bersifat fluktuatif. Dalam pemantauan pukul 06.00 WIB hingga 12.00 WIB, tercatat sembilan kali gempa harmonik, 17 kali gempa frekuensi rendah, dua kali gempa hembusan atau fase banyak, serta satu kali tremor terus-menerus.

Jihan menjelaskan, kondisi gunung yang secara visual terlihat lebih tenang tidak berarti aktivitas vulkaniknya telah berhenti. Berdasarkan pemantauan, aktivitas di dalam gunung masih berlangsung sehingga masyarakat di wilayah terdampak diminta tetap berhati-hati.

Perhatian pemerintah, kini tidak hanya tertuju pada aktivitas vulkanik, tapi juga dampak abu terhadap kesehatan. Pemprov Lampung menemukan adanya tren peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di sejumlah wilayah, meski data keseluruhan masih dalam proses inventarisasi.

Pemeriksaan sampel abu vulkanik oleh Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) menunjukkan terdapat partikel berukuran sekitar 5-10 mikrometer, dengan permukaan tidak beraturan dan cenderung tajam. Partikel tersebut perlu diwaspadai, karena berpotensi menyebabkan iritasi pada saluran pernapasan, mata, dan kulit.

1 2 3

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya

Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved