Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Peneliti Polinela Ungkap Potensi Air Kelapa untuk Percepat Kecambah Benih Tembakau
Lampungpro.co, 16-Sep-2026

Sandy 363

Share

Tim peneliti dosen dari Polinela menguji pemanfaatan air kelapa sebagai zat pengatur tumbuh (ZPT) alami tanaman tembakau | LAMPUNGPRO.CO/Ist

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.co) : Air kelapa yang selama ini kerap terbuang setelah daging buahnya diambil ternyata memiliki potensi untuk dimanfaatkan dalam budidaya tanaman. Tim peneliti Politeknik Negeri Lampung (Polinela) menguji pemanfaatan air kelapa sebagai zat pengatur tumbuh (ZPT) alami untuk membantu memecahkan dormansi benih tembakau.

Hasil penelitian menunjukkan, penggunaan air kelapa dengan konsentrasi 75 persen mampu menghasilkan daya berkecambah benih tembakau hingga 90,44 persen. Temuan ini menjadi salah satu alternatif pemanfaatan limbah air kelapa sekaligus upaya mencari bahan alami yang lebih mudah diperoleh untuk mendukung proses pembenihan.

Penelitian tersebut berjudul “Optimalisasi Limbah Air Kelapa sebagai Zat Pengatur Tumbuh Alami dan Durasi Perendaman untuk Memecah Dormansi Benih Tembakau”. Riset diketuai Lu'lu' Kholidah Fauziah, S.Si., M.Sc., bersama tiga dosen lainnya, yakni Nindy Permatasari, S.Pd., M.Sc., Resti Puspa Kartika Sari, S.P., M.Si., dan Maisuri Hardani, M.Pd.

Pelaksanaan penelitian tersebut juga melibatkan dua mahasiswa dari Program Studi PMIP dan PTK Polinela. Tim mengkaji pengaruh konsentrasi air kelapa serta lama perendaman terhadap kemampuan benih tembakau untuk berkecambah.

Pemanfaatan air kelapa sebagai bahan penelitian berangkat dari persoalan yang cukup sederhana. Di pasar tradisional, konsumen umumnya membeli kelapa parut, sementara air kelapa sering kali tidak dimanfaatkan dan akhirnya menjadi limbah.

Jika tidak segera dikelola, air kelapa yang terbuang dapat menimbulkan bau dan mengganggu lingkungan. Di sisi lain, kandungan senyawa alami di dalam air kelapa membuatnya berpotensi dimanfaatkan untuk keperluan pertanian.

Salah satu persoalan dalam budidaya tembakau adalah dormansi benih. Kondisi tersebut membuat benih sulit atau tidak segera berkecambah sehingga pertumbuhan tanaman dapat berlangsung tidak seragam.

Bagi petani, perkecambahan yang tidak seragam dapat menyulitkan pengelolaan tanaman sejak tahap awal. Karena itu, diperlukan perlakuan tertentu untuk membantu memecahkan dormansi dan meningkatkan kemampuan benih dalam berkecambah.

Selama ini, pemecahan dormansi dapat dilakukan menggunakan ZPT sintetis, salah satunya giberelin. Namun, penggunaan bahan sintetis tersebut memiliki keterbatasan karena harganya relatif mahal dan belum tentu mudah diperoleh petani.

Tim Polinela kemudian menguji air kelapa sebagai alternatif alami. Air kelapa diketahui mengandung berbagai senyawa yang berpotensi mendukung pertumbuhan tanaman, termasuk zat pengatur tumbuh alami seperti giberelin.

Penelitian dilakukan dengan menguji beberapa konsentrasi air kelapa dan membandingkannya dengan kontrol positif menggunakan giberelin 20 ppm. Selain konsentrasi, tim juga menguji pengaruh lama perendaman benih untuk mengetahui perlakuan yang paling efektif.

Dari rangkaian pengujian tersebut, konsentrasi air kelapa 75 persen menunjukkan hasil paling optimal. Perlakuan tersebut mampu meningkatkan daya berkecambah benih tembakau hingga 90,44 persen.

Sementara dari aspek durasi perendaman, perlakuan selama 1, 3, dan 5 jam tidak menunjukkan perbedaan nyata dibandingkan kontrol. Hasil tersebut mengindikasikan bahwa konsentrasi air kelapa menjadi faktor yang lebih menentukan dibandingkan lamanya benih direndam.

Dengan kata lain, pemanfaatan air kelapa sebagai ZPT alami tidak serta-merta membutuhkan waktu perendaman yang panjang. Temuan ini membuka peluang untuk mengembangkan metode perlakuan benih yang lebih praktis dengan memanfaatkan bahan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar.

Ketua tim peneliti, Lu’lu’ Kholidah Fauziah, mengatakan hasil penelitian tersebut menjadi langkah awal untuk melihat potensi air kelapa sebagai ZPT alami dalam membantu meningkatkan perkecambahan benih tembakau.

“Penelitian ini menunjukkan bahwa air kelapa berpotensi dimanfaatkan sebagai ZPT alami untuk membantu meningkatkan perkecambahan benih tembakau. Ke depan, masih diperlukan penelitian lebih lanjut dengan berbagai parameter untuk mengetahui efektivitas dan formulasi yang tepat. Kami berharap hasil penelitian ini dapat menjadi dasar dalam pengembangan formulasi air kelapa sebagai ZPT alami yang aplikatif bagi pertanian," ujar Lu’lu’.

Menurut tim peneliti, penelitian lanjutan masih diperlukan untuk mendapatkan formulasi yang lebih tepat serta menguji efektivitasnya pada kondisi dan skala yang lebih luas.

Jika terus dikembangkan, pemanfaatan air kelapa sebagai ZPT alami tidak hanya berpotensi membantu proses pembenihan tembakau, tetapi juga dapat menjadi salah satu bentuk pemanfaatan limbah organik yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.

Penelitian tersebut sekaligus memperlihatkan peluang mengubah bahan yang sebelumnya dianggap limbah menjadi sumber daya yang memiliki nilai guna bagi pertanian, dengan pendekatan yang lebih mudah diterapkan dan berbasis pada potensi bahan lokal. (***)

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Gabah Dilarang Keluar, Tapi Mengapa Masih Bisa...

Mengapa pembeli dari luar Lampung mampu menawarkan harga gabah...

7379


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved