Penelitian yang dilakukan tidak hanya menggambarkan kondisi kesehatan pekerja, tetapi juga mengidentifikasi sejumlah faktor yang berkaitan dengan risiko hipertensi dan obesitas.
Berbagai data dikumpulkan, mulai dari karakteristik pekerja, kondisi gizi kerja, status gizi, tekanan darah, gula darah sewaktu, riwayat kesehatan, hingga aktivitas fisik.
Dari hasil analisis, pekerja yang berada pada bagian produksi memiliki peluang mengalami hipertensi 3,62 kali dibandingkan kelompok pembanding.
Sementara pekerja yang memiliki riwayat hipertensi tercatat memiliki peluang mengalami hipertensi 12,53 kali. Angka tersebut menunjukkan adanya keterkaitan kuat antara riwayat kesehatan dengan risiko hipertensi pada kelompok pekerja yang diteliti.
Faktor status gizi juga menjadi perhatian. Pekerja yang mengalami overweight atau obesitas memiliki peluang mengalami hipertensi 3,94 kali, sedangkan pekerja yang masuk kategori obesitas memiliki peluang 4,14 kali.
Temuan tersebut memperlihatkan bahwa persoalan gizi tidak dapat dipisahkan dari upaya menjaga kesehatan dan keselamatan pekerja. Status gizi menjadi salah satu aspek yang perlu dipantau bersamaan dengan faktor keselamatan di lingkungan kerja.
dr. Firdawati, M.K.M., mengatakan hasil penelitian tersebut menjadi pengingat bahwa gizi kerja bukan semata-mata berbicara mengenai makanan yang dikonsumsi pekerja.
Berikan Komentar
Mengapa pembeli dari luar Lampung mampu menawarkan harga gabah...
7161
Bandar Lampung
787
Bandar Lampung
804
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia