Temuan penelitian tersebut juga memperkuat pentingnya memperluas perspektif mengenai kesehatan dan keselamatan kerja atau K3.
Selama ini, program K3 sering dikaitkan dengan penggunaan alat pelindung diri, pencegahan kecelakaan, serta pengendalian berbagai potensi bahaya di lingkungan kerja.
Aspek tersebut tetap menjadi bagian penting dari K3. Namun, kesehatan pekerja juga perlu diperhatikan dari sisi yang lebih luas, termasuk pencegahan penyakit tidak menular melalui penguatan program gizi kerja.
Yunilla Prabandari, S.Gz., M.Gizi., menilai lingkungan kerja memiliki posisi strategis untuk menjalankan upaya promotif dan preventif terhadap penyakit tidak menular.
“Tempat kerja dapat menjadi lingkungan yang strategis untuk melakukan pencegahan penyakit tidak menular. Edukasi gizi, pemantauan status gizi dan tekanan darah, serta dukungan terhadap pola hidup sehat dapat dilakukan secara terintegrasi dengan program kesehatan dan keselamatan kerja,” jelas Yunilla.
Menurutnya, upaya tersebut tidak harus selalu diwujudkan dalam program yang kompleks. Edukasi mengenai pilihan makanan sehat, pengaturan pola makan sesuai kebutuhan pekerja, pemeriksaan berat badan dan tekanan darah secara berkala, serta dukungan terhadap aktivitas fisik dapat menjadi langkah awal.
Program sederhana yang dilakukan secara konsisten dinilai dapat membantu pekerja mengenali faktor risiko kesehatan sejak dini.
Berikan Komentar
Mengapa pembeli dari luar Lampung mampu menawarkan harga gabah...
7161
Bandar Lampung
787
Bandar Lampung
804
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia