Andra Vidyarini, S.Gz., M.Si., mengatakan upaya mencegah obesitas pada pekerja membutuhkan pendekatan yang lebih menyeluruh. Menurutnya, persoalan tersebut tidak cukup diselesaikan hanya dengan memberikan imbauan agar pekerja menurunkan berat badan.
“Pencegahan obesitas pada pekerja tidak cukup hanya dengan memberikan anjuran untuk menurunkan berat badan. Intervensi perlu mempertimbangkan kondisi pekerjaan, kebutuhan gizi, aktivitas fisik, serta kebiasaan hidup pekerja,” jelas Andra.
Ia menilai aktivitas fisik yang dilakukan selama bekerja perlu dipahami secara berbeda dengan aktivitas fisik yang dilakukan secara terencana untuk menjaga kebugaran.
Pekerja yang banyak bergerak selama menjalankan tugas belum tentu mendapatkan manfaat aktivitas fisik yang sama dengan olahraga atau aktivitas fisik yang dilakukan secara teratur dan terukur.
Di sisi lain, tingginya aktivitas kerja juga membuat pekerja tetap membutuhkan asupan makanan yang sesuai dengan kebutuhan tubuh. Pola makan yang tidak seimbang dapat memunculkan persoalan gizi meskipun aktivitas fisik selama bekerja tergolong tinggi.
Karena itu, pendekatan gizi kerja perlu mempertimbangkan karakteristik pekerjaan, kebutuhan energi, pola makan, aktivitas fisik, serta kondisi kesehatan masing-masing pekerja.
Gizi Kerja Perlu Masuk dalam Program K3
Berikan Komentar
Mengapa pembeli dari luar Lampung mampu menawarkan harga gabah...
7162
Bandar Lampung
788
Bandar Lampung
805
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia