Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Pengusaha Homestay di Dieng sudah Go Digital
Lampungpro.co, 20-Mar-2017

3544

Share

DIENG (Lampungpro.com)-Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya terus mendorong gerakan Go Digital untuk menarik wisatawan mancanegara (Wisman) dan wisatawan nusantara (Wisnus). Kali ini targetnya para pengelola homestay yang ada di kawasan Wisata Dieng. Sebanyak 40 pelaku industri tersebut dibimbing melakukan digitalisasi ITX untuk homestay di Wasoke Cafe Dieng, Jumat (17/3/2017).

Ketua Satgas ITX Telkom, Dudy Effendi dan Tim Teknis ITX, Ibnu Mubarok, turun langsung membimbing puluhan pengelola homestay di kawasan wisata Dieng. Begitu juga dengan Koordinator Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Dieng, Perkasa Alif Faozi serta Kades Dieng Kulon, Slamet Budiono.

ini sangat menarik. Ternyata banyak yang belum tahu bahwa ITX adalah platform yang siap mempromosikan pariwisata Indonesia, ujar Dudy Effendi, Senin (20/3).

Di kawasan Dieng, Dudy menjelaskan bahwa platform ITX bertindak merupakan penghubung antara seller dengan buyer. Artinya, pengelola kawasan wisata, hotel, penyedia layanan transportasi, penyelenggara event bisa langsung konek dengan travel agent dan tour operator.

Jadi semuanya diuntungkan. Seller dan buyer jadi makin mudah berinteraksi sehingga memberikan dampak positif terhadap sektor Pariwisata dari sisi pendapatan maupun jumlah wisatawan, katanya.

Kegiatan bisnis pun berjalan lebih efektif dan efisien, termasuk dalam aspek biaya. Dengan sistem berbasis online yang konsisten dan proses yang aman, ITX memberikan customer experience baru dan kenyamanan bagi seluruh penggunanya.

Bagi seller, ITX memberikan kemudahan dalam hal promosi maupun booking system yang affordable. Ini memberikan kesempatan luas untuk terhubung dengan berbagai macam buyer dan meraih market yang lebih besar, ujar Tim Teknis ITX Ibnu Mubarok.

Kendala yang dihadapi tim ITX, ternyata ada banyak yang belum paham dengan dunia digital. Pelan-pelan, peserta yang ikut pelatihan ini dibekali tentang pendaftaran serta cara menginput foto-foto homestay beserta harga yang akan dipasarkan secara online.

Tanya jawab seputar cara mengisi ITX dan Finnet hingga seputar teknis pengisian rezobx menjadi pertanyaan favorit peserta digitalisasi. Hal lainnya, adalah pertanyaan seputar cara customer melihat produk yang sudah diinput di Booking System. Begitu juga dengan pertanyaan seputar pengelola yang sudah bergabung dengan OTA seperti Traveloka.

Pengelola homestay dari kalangan ibu-ibu kemampuan digitalnya masih minim sehingga masih perlu dibimbing. Setelah ada contoh homestay yang berhasil ada transaksi dari tim ITX mereka baru mengerti, kata Ibnu.

Rencananya, pekan ini puluhan pengelola homestay di Dieng akan kembali dilatih untuk mengisi booking system. Homestay yang belum bergabung ikut bersama aggregator. Nanti setelah semua mengerti mereka akan dilatih bagaimana mengelola wisatawan, tour guide dan disertifikasi, ujarnya.

Menteri Pariwisata (Menpar)  Arief Yahya menyambut positif atas apa yang dilakukan para pelaku pariwisata di kawasan Dieng. Menurutnya, antusiasme para pelaku bisnis dan stakeholders kepariwisataan di mana pun berada itu membuat pariwisata Indonesia semakin maju.

Cepat atau lambat, publik akan semakin dominan dan familiar dengan digital dalam semua aspek. Sejauh ini, 63 persen wisatawan di seluruh dunia itu sudah searching, booking dan payment dengan cara online. Lalu 50 persen OTA itu bisa diakses dengan berbagai alat, ujar Menpar Arief.

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Lampung Dipimpin Mirza-Jihan: Selamat Bertugas, "Mulai dari...

Dukungan dan legacy yang besar, juga mengandung makna tanggung...

16351


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved