Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Pentingnya Pendidikan Pranikah Hindari Fenomena Kawin Cerai
Lampungpro.co, 05-May-2018

Lukman Hakim 918

Share

#beritaolahragalampung #beritaolahraganasional #lampungproberitalampung #lampungprodotcom #webberitalampung #portalberitanasional #beritalampungterkini #beritakulinerlampung #beritawisatalampung #portalberitawisata #beritapolitiklampung #webberitadaerah #webberitanasional #portalberitalampung #portalberitawisatanasional #portalberitaasiangames #portalberitapendidikan

JAKARTA (Lampungpro.com): Sejak dua tahun lalu Kementerian Agama merancang program pendidikan pranikah dan membangun balai nikah. Tujuannya, tak hanya sebagai tempat pelaksanaan akad nikah, tapi juga sebagai tempat pembinaan dan bimbingan yang baik serta terstruktur bagi para calon orang tua.

Ini penting guna mewujudkan pasangan yang siap menghadapi pernikahan, kata Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin saat meresmikan 19 Balai Nikah di Asrama Haji Al Mabrur Palangkaraya, Jumat (4/5/2018).

Dia berharap, keberadaan Balai Nikah tersebut bermanfaat bagi kemaslahatan umat beragama. Selain itu Menag juga meminta jajarannya dapat memberikan ruh akan keberadaan gedung baru itu untuk semakin mengintensifkan pendidikan pra nikah.

Ada persepsi semakin banyak melakukan kawin cerai, membuktikan bahwa seseorang itu hebat. Fenomena ini yang terjadi sekarang. Untuk itu, pendidikan pra nikah dan bimbingan perkawinan sangat penting, kata dia, dilansir Halallife (Grup Lampungpro.com).

Menteri Lukman mengaku khawatir akan adanya fenomena kawin cerai yang bukan hanya akibat ketidakcocokan, tetapi bahkan direncanakan. Untuk itu, dia menilai pendidikan pra nikah yang sedang diintesifkan Kementerian Agama sangat penting.

Pendidikan yang diutamakan bukan hanya pendidikan anak. Pendidikan menjadi orangtua itu juga penting, bahkan jauh lebih penting. Pasalnya, lanjut Lukman, selama ini pendidikan menjadi orangtua secara khusus belum ada.

Sehingga pasangan yang akan menikah umumnya hanya belajar dari pengalaman orangtua atau pendahulunya. Imbasnya, tidak sedikit dari para pasangan muda masih buta mengenai dunia pernikahan dan keluarga.

Termasuk belum memahami apa saja hak dan tanggung jawab dalam sebuah hubungan perkawinan. Keluarga yang berkualitas harus dipersiapkan. Orangtua yang baik menghasilkan anak-anak yang baik karena baik pendidikannya, kata dia. (**/PRO2)

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Lampung Dipimpin Mirza-Jihan: Selamat Bertugas, "Mulai dari...

Dukungan dan legacy yang besar, juga mengandung makna tanggung...

17223


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved