Opini: Tragedi longsor di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, menjadi pengingat pahit bahwa duka bisa datang kapan saja, tanpa memilih siapa yang menjadi korban. Peristiwa ini tidak hanya menimpa prajurit TNI Angkatan Laut dari Korps Marinir, tetapi juga menyentuh banyak warga sipil di sekitar lokasi yang ikut terdampak. Dalam satu kejadian, begitu banyak kehidupan berubah, dan rasa kehilangan dirasakan oleh banyak keluarga sekaligus.
Berdasarkan perkembangan terbaru, lima prajurit Marinir telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, di antaranya Serda Mar Sidiq, Praka Mar Kori, Praka Mar Ari dari Yonif 9 Marinir/Beruang Hitam, serta Praka Mar Andre dari Menkav 1 Marinir. Sementara itu, 18 prajurit lainnya masih dalam proses pencarian. Nama-nama ini bukan sekadar data, melainkan sosok yang selama ini menjalani tugas dengan penuh dedikasi, dan kini hanya bisa kita kenang lewat doa dan rasa hormat.
Upaya pencarian yang dilakukan oleh tim gabungan TNI, Polri, Basarnas, BPBD, dan para relawan terus berlangsung di tengah kondisi medan dan cuaca yang tidak mudah. Di saat yang sama, warga sekitar juga berjuang memulihkan diri dari dampak longsor yang merusak rumah dan lingkungan tempat mereka tinggal. Tragedi ini menunjukkan bahwa bencana adalah ujian bersama, baik bagi aparat negara maupun masyarakat.
Peristiwa ini patut menjadi bahan perenungan bagi semua pihak. Alam memang memiliki kekuatan yang tidak bisa sepenuhnya dikendalikan, namun kesiapan, kehati-hatian, dan perencanaan yang matang selalu penting untuk terus diperbaiki—termasuk dalam menentukan lokasi kegiatan dan aktivitas di kawasan rawan bencana. Dengan begitu, keselamatan prajurit dan warga dapat semakin diutamakan.
Duka ini adalah duka kita bersama. Untuk para prajurit yang telah gugur dan mereka yang masih dalam pencarian, serta warga yang terdampak, doa dan empati adalah hal paling tulus yang bisa kita kirimkan. Semoga para korban mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan untuk menghadapi masa-masa yang berat ini. (EdAI)
Muhammad Asyihin, S.Pd., MM (Pimpinan Media)
Berikan Komentar
222
02-Feb-2026
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia