BOGOR (Lampungpro.com): Kebun Raya Bogor (KRB) menjadi simbol keberagaman yang harus dijaga dan dipelihara demi kenyaman dan keindahan. "Kebun Raya Bogor tidak hanya sebagai ruang terbuka hijau yang harus dijaga, tetapi simbol keberagaman," kata Wali Kota Bogor, Bima Arya, dalam acara peringatan 200 Tahun Kebun Raya Bogor, Kamis (18/5/2017).
Dia mengatakan, sangat identik dengan Kota Bogor. Berdasarkan survei kepada warga, Bogor identik dengan dua hal, yaitu Kota Hujan dan Kebun Raya Bogor. "Kebun Raya Bogor dan Kota Bogor tidak bisa dipisahkan. Bukan hanya sebagai halaman depan dan belakang, tapi juga halaman tengah, sebagai paru-paru kota, hutan kota di tengah kota," kata Politisi PAN tersebut.
Bima menyebutkan, setiap hari Kebun Raya Bogor ramai dikunjungi. Jika hari biasa 1.000 wisatawan, Sabtu dan Minggu dikunjungi hampir 10.000 wisatawan. Dia juga menjelaskan Kebun Raya Bogor juga menjadi aset sebagai pembayar pajak paling taat di Kota Bogor.
Pada mulanya kebun ini hanya akan digunakan sebagai kebun percobaan bagi tanaman perkebunan yang akan diperkenalkan di Hindia Belanda. Namun, pada perkembangannya pendirian Kebun Raya Bogor bisa dikatakan mengawali perkembangan ilmu pengetahuan di Indonesia dan sebagai wadah bagi ilmuwan terutama bidang botani di Indonesia secara terorganisasi pada zaman itu (1880-1905). Dari sini lahir beberapa institusi ilmu pengetahuan lain, seperti Bibliotheca Bogoriensis (1842), Herbarium Bogoriense (1844), Kebun Raya Cibodas (1860), Laboratorium Treub (1884), dan Museum dan Laboratorium Zoologi (1894).
Setelah kemerdekaan, tahun 1949 s Lands Plantentiun te Buitenzorg berganti nama menjadi Jawatan Penyelidikan Alam, kemudian menjadi Lembaga Pusat Penyelidikan Alam (LLPA) untuk pertama kalinya dikelola dan dipimpin oleh bangsa Indonesia, Prof Kusnoto Setyodiwiryo. Pada waktu itu LPPA punya 6 anak lembaga, yaitu Bibliotheca Bogoriensis, Hortus Botanicus Bogoriensis, Herbarium Bogoriensis, Treub Laboratorium, Musium Zoologicum Bogoriensis dan Laboratorium Penyelidikan Laut. Pada tahun 1956 untuk pertamakalinya pimpinan Kebun Raya dipegang oleh bangsa Indonesia yaitu Sudjana Kassan menggantikan J. Douglas. (*/PRO2)
Berikan Komentar
Lampung Selatan
2031
Kominfo Lampung
1059
Advetorial
2096
11482
28-Mar-2026
273
25-Mar-2026
2031
24-Mar-2026
1059
24-Mar-2026
2096
22-Mar-2026
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia