PANARAGAN (Lampungpro.co): Pemerintah Kabupaten Tulangbawang Barat (Pemkab Tubaba) menggelar Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2026 di Sesat Agung Kompleks Islamic Center Tubaba, Selasa (14/07/2026).
Kegiatan tersebut, dihadiri anak-anak mulai dari jenjang TK hingga SMA, para guru, serta orang tua dan wali penerima santunan hasil kolaborasi Pemkab Tubaba bersama Baznas Tubaba.
Asisten II Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Pemkab Tubaba, Eri Budi Santoso mengatakan, peringatan Hari Anak Nasional harus menjadi momentum memperkuat kepedulian terhadap pemenuhan hak-hak anak.
"Peringatan tahun ini terasa sangat istimewa, karena Pemkab Tubaba dapat berjalan beriringan dan berkolaborasi erat dengan TP PKK dan Baznas Tubaba. Ini bukti nyata, urusan masa depan anak bukan hanya tugas satu instansi, melainkan tanggung jawab kolektif bersama," kata Eri Budi Santoso.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, untuk memberikan perlindungan nyata kepada anak-anak, serta memastikan tidak ada anak yang kehilangan hak pendidikan maupun perlindungan.
Sementara itu, Ketua TP PKK Tubaba, Novianti Novriwan mengungkapkan, setiap anak berhak memperoleh kasih sayang, perlindungan, pendidikan, pelayanan kesehatan, serta lingkungan yang aman dan bebas dari kekerasan.
"Perlindungan anak bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tapi juga tanggung jawab bersama antara keluarga, sekolah, masyarakat, dunia usaha, media, organisasi kemasyarakatan, dan seluruh pemangku kepentingan," ungkap Novianti.
Sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap kesejahteraan anak, TP PKK Tubaba bersama Pemkab Tubaba dan Baznas Tubaba, memberikan santunan kepada 100 anak yatim dan piatu.
"Santunan ini bukan sekadar bantuan sosial, tapi juga merupakan wujud kasih sayang, kepedulian, dan tanggung jawab bersama dalam menghadirkan harapan serta semangat bagi anak-anak untuk terus belajar, tumbuh, dan meraih cita-cita," ujar Novianti.
Peringatan Hari Anak Nasional Tahun 2026, turut dimeriahkan dengan berbagai penampilan kreatif dari pelajar, di antaranya dongeng "Limo Pilar Sai untuk Menuju Kewawayan Masyarakat Tubaba," yang dibawakan siswa SDN 14 Tulangbawang Udik.
Lalu drama pendek "Benang yang Koyak, Hati yang Rekat" yang dipersembahkan siswa SMPN 8 Tubaba. Penampilan tersebut, mengangkat pesan pendidikan karakter, kepedulian, persahabatan, dan pentingnya menciptakan lingkungan yang ramah anak. (***)
Editor : Febri Arianto
Reporter : Sayuti
Berikan Komentar
Pernyataan seorang anggota DPR yang mengatakan masih ada ASN...
13493
Lampung Selatan
1123
Kominfo Balam
1269
Humaniora
1601
176
10-Aug-2026
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia