Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

PkM Dosen Polinela Dorong Hilirisasi Singkong di Lampung Timur Lewat Inovasi Brownies Berfortifikasi Kopi
Lampungpro.co, 27-Jun-2026

Sandy 362

Share

Tim PkM dosen Polinela mengubah tepung singkong menjadi kue brownies di Lampung Timur | Lampungpro.co/Ist

LAMPUNG TIMUR (Lampungpro.co) : Tim dosen Politeknik Negeri Lampung (Polinela) kembali melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) sebagai wujud implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kali ini, kegiatan difokuskan pada pengembangan produk pangan inovatif berbasis tepung singkong (mocaf) yang difortifikasi kopi guna meningkatkan nilai tambah komoditas lokal sekaligus memperkuat daya saing pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Lampung Timur.

Program tersebut bertujuan mendorong hilirisasi komoditas singkong melalui inovasi produk olahan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi upaya pemberdayaan masyarakat agar mampu mengembangkan usaha berbasis potensi daerah dengan memanfaatkan teknologi pengolahan pangan dan pemasaran digital.

Peserta kegiatan berasal dari Perkumpulan Mocaf Lampung Timur dan Koperasi Wanita Semoga Sehat Lampung Timur. Turut hadir selaku Ketua UMKM MOCAF Firdaus Pratama Lampung Timur, Andri Astuti S.E., M.S.Ak., serta Budiyul Hartono selaku penggerak pengembangan tepung mocaf di Provinsi Lampung.

Kegiatan PkM dipimpin oleh Ketua Tim, Ir. Febrina Delvitasari, S.T.P., M.Si., bersama anggota tim yang terdiri dari Ir. Maryanti, S.T.P., M.Si., Putri Mariska Fahmi, M.P., Ir. Anggia Fanesa, S.P., M.Tr.P., M.Si., Prastya Atma Negara, S.E., M.M., dan Bigi Undadraja, S.T.P., M.Si.

Ketua Tim PkM, Ir. Febrina Delvitasari, mengatakan Kabupaten Lampung Timur memiliki potensi besar sebagai salah satu daerah penghasil singkong. Namun, selama ini komoditas tersebut masih didominasi penjualan dalam bentuk bahan baku sehingga nilai tambah yang diperoleh masyarakat relatif rendah.

Melalui kegiatan pengabdian ini, tim dosen mendorong pemanfaatan tepung singkong menjadi produk olahan yang lebih bernilai, salah satunya brownies yang diperkaya dengan fortifikasi kopi. Produk tersebut diharapkan mampu menjadi alternatif usaha baru bagi pelaku UMKM sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal.

"Melalui kegiatan ini kami ingin mendorong hilirisasi singkong menjadi produk olahan berupa brownies berbasis tepung singkong yang difortifikasi kopi. Harapannya, pelaku UMKM tidak hanya menjual bahan mentah, tetapi mampu menghasilkan produk dengan nilai ekonomi yang lebih tinggi," ujar Febrina, Jumat (26/6/2026).

Tidak hanya berfokus pada inovasi produk, kegiatan PkM juga memberikan pelatihan komprehensif mengenai proses produksi pangan. Peserta dibekali pengetahuan tentang pengolahan tepung singkong, formulasi brownies, teknik produksi yang higienis, hingga pengemasan produk sesuai standar pasar.

Dalam sesi praktik, peserta mengikuti secara langsung tahapan pembuatan brownies, mulai dari penimbangan bahan, pencampuran adonan, pencetakan, hingga proses pemanggangan. Produk yang dihasilkan kemudian dievaluasi berdasarkan tekstur, cita rasa, aroma, dan tampilan guna memastikan kualitasnya layak dipasarkan.

Selain peningkatan keterampilan produksi, tim PkM turut memberikan pendampingan dalam bidang pemasaran digital. Peserta dikenalkan dengan strategi promosi melalui berbagai platform seperti WhatsApp Business, Instagram, Facebook, hingga TikTok sebagai media untuk memperluas jangkauan pemasaran.

Menurut Febrina, pemanfaatan teknologi digital menjadi salah satu kunci bagi UMKM untuk berkembang di tengah perubahan pola konsumsi masyarakat yang semakin mengarah pada transaksi daring. Dengan pemasaran digital, produk lokal tidak lagi terbatas pada pasar sekitar, tetapi memiliki peluang menjangkau konsumen di berbagai daerah.

Aspek pengemasan juga menjadi perhatian dalam kegiatan ini. Tim memberikan pelatihan mengenai desain kemasan yang menarik, informatif, dan mampu meningkatkan nilai jual produk. Kemasan dinilai tidak hanya berfungsi sebagai pelindung produk, tetapi juga menjadi identitas dan media promosi yang dapat memperkuat citra UMKM di mata konsumen.

Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari para peserta. Mereka mengaku memperoleh wawasan baru mengenai pentingnya inovasi produk, peningkatan kualitas produksi, hingga strategi pemasaran digital untuk mengembangkan usaha.

Salah seorang peserta menyampaikan bahwa pelatihan tersebut memberikan pengalaman baru dalam mengolah singkong menjadi produk yang lebih bernilai serta membuka peluang pemasaran yang lebih luas.

"Selama ini kami hanya menjual produk sederhana. Melalui pelatihan ini kami belajar membuat produk yang lebih menarik sekaligus memasarkan secara digital agar jangkauan pasarnya semakin luas," ungkap salah seorang peserta.

Tim PkM berharap kegiatan ini tidak berhenti pada tahap pelatihan semata, tetapi dapat berkembang menjadi usaha yang berkelanjutan dan dikelola secara mandiri oleh anggota Perkumpulan Mocaf Lampung Timur maupun Koperasi Wanita Semoga Sehat Lampung Timur.

Melalui sinergi antara perguruan tinggi, komunitas, koperasi, pemerintah daerah, dan pelaku UMKM, diharapkan tercipta ekosistem ekonomi lokal yang semakin kuat, inovatif, dan berdaya saing. Inovasi brownies berbasis tepung singkong berfortifikasi kopi ini juga diharapkan menjadi model hilirisasi komoditas lokal yang mampu meningkatkan nilai tambah, memperluas peluang usaha, serta mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Lampung Timur. (***)
Editor : Sandy,

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Kontroversi VS Kerja Nyata DPRD Kota Bandar...

Di tengah jalan rusak, banjir, dan berbagai keluhan warga,...

9804


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved