“Melalui benchmarking ini, kami memperoleh banyak pembelajaran penting untuk pengembangan ULD Polinela. Kami berkomitmen untuk memperkuat landasan hukum, tata kelola kelembagaan, serta memastikan akomodasi yang layak dapat terintegrasi dalam seluruh proses pembelajaran. Harapannya, Polinela dapat terus berkembang menjadi perguruan tinggi yang inklusif dan memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh mahasiswa,” ujar Nanang.
Berdasarkan hasil diskusi, ULD Polinela merumuskan sejumlah langkah tindak lanjut. Di antaranya penyusunan payung hukum dan pedoman teknis layanan disabilitas, penguatan struktur organisasi serta koordinasi lintas bidang, pelaksanaan asesmen kebutuhan mahasiswa secara berkala, dan pengembangan pembelajaran inklusif berbasis teknologi asistif.
Hasil benchmarking tersebut diharapkan menjadi referensi dalam penyempurnaan kelembagaan ULD sekaligus dasar penyusunan program kerja untuk meningkatkan kualitas layanan disabilitas secara berkelanjutan.
Melalui penguatan kebijakan, kolaborasi antarlembaga, dan keterlibatan seluruh sivitas akademika, Polinela berupaya membangun lingkungan pendidikan vokasi yang inklusif dan responsif terhadap keberagaman kebutuhan mahasiswa. Dengan begitu, seluruh mahasiswa diharapkan memiliki kesempatan yang setara untuk mengakses pendidikan, mengembangkan potensi, meraih prestasi, hingga mempersiapkan diri memasuki dunia kerja. (***)
Berikan Komentar
Febi: Sudah, minum dulu. Kopi saja ada ampasnya, masa...
567
181
06-Nov-2026
207
06-Nov-2026
216
06-Nov-2026
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia