Kegiatan tersebut sekaligus memperkuat peran KWT sebagai wadah pemberdayaan masyarakat. Anggota kelompok didorong tidak hanya menjadi penerima teknologi, tetapi juga menjadi pelaku yang mampu mengadopsi, mengembangkan, dan menyesuaikan inovasi dengan kebutuhan kelompok.
Bagi Polinela, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat hilirisasi hasil pendidikan dan penelitian agar dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Pengetahuan dan teknologi yang dikembangkan di lingkungan perguruan tinggi diharapkan tidak berhenti di ruang kelas maupun laboratorium, tetapi dapat diterapkan untuk menjawab persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.
Ke depan, pemanfaatan PGPR akar bambu diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pelatihan. Teknologi tersebut diharapkan dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh KWT Sekar Mawar dalam kegiatan budidaya tanaman.
Melalui pemanfaatan sumber daya lokal, peningkatan keterampilan kelompok, serta penerapan pupuk hayati secara terpadu, Polinela berupaya mendorong terbentuknya praktik pertanian yang lebih mandiri, efisien, dan ramah lingkungan.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap input pertanian dari luar serta meningkatkan kemampuan petani dalam mengelola potensi yang tersedia di lingkungan mereka. (***)
Editor : Sandy,
Berikan Komentar
Pernyataan seorang anggota DPR yang mengatakan masih ada ASN...
14836
Bandar Lampung
502
Tulang Bawang
504
Bandar Lampung
766
300
12-Aug-2026
389
12-Aug-2026
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia