BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.co): Proyek pekerjaan saluran pipa yang dilakukan oleh kontraktor Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), dibeberapa jalan protokol di Kota Bandar Lampung menimbulkan suatu permasalahan, khususnya bagi warga sekitar dan para pengguna jalan raya. Salah satunya yang bermasalah yakni, di sekitaran Jalan Zainal Abidin Pagar Alam tepatnya didepan Ramayana hingga kantor Dinas PUPR Provinsi Lampung. Permasalahan tersebut diantaranya sering terjadi kemacetan saat pagi jam kerja, dan sore hari jam pulang kerja. Kemacetan ini terjadi lantaran penyempitan badan jalan, dimana dari proyek ini memakan separuh jalan tersebut.
Ditambah lagi saat pertigaan lampu merah yang hendak menuju Terminal Rajabasa, membuat kemacetan semakin parah di sekitaran jalan tersebut. Masalah lainnya yakni, penimbunan pasca penggalian yang kurang keras membuat jalan tersebut bisa saja amblas sewaktu-waktu saat dilintasi kendaraan mobil, terlebih saat musim hujan nanti.
Salah pengguna jalan raya Feri mengaku dirinya sangat dirugikan terkait proyek pengerjaan tersebut. Lantaran sering macet saat sore hari, sehingga membuat penghasilannya sebagai sopir angkot jurusan Natar terganggu.
"Dijam sibuk sering macet disini. Proyek pengecatan jalan undepass selesai, malah ditambah proyek ini. Jadi macet lagi, entah berapa lama proyek ini akan selesai dikerjakan. Katanya saat ngobrol dengan pemborong kemarin bisa sampai satu bulanan penyelesaian proyek ini," kata Feri saat ditemui Lampungpro.co, Rabu (16/10/2019).
Hal senada juga diungkapkan oleh pedagang Nanas Madu yang enggan disebutkan namanya. Ia mengungkapkan setelah proyek ini dilaksanakan, ia kesulitan membuka lapaknya yang berada di depan kampus pertanian ini. "Mempengaruhi penghasilan setelah ada proyek ini. Saya baru buka lagi dua hari ini setelah yang disebelah Ramayana ditimbun. Sebelumnya selama seminggu lebih tidak jualan karena susah cari tempat. Saya harap proyek ini segera dikebut agar tidak ada kerugian lainnya," ungkap dia.
Sementara itu, pedagang somay Ujang mengatakan setelah ada proyek ini ia terpaksa memindahkan lapaknya untuk sementara karena pembangunan. "Ini katanya proyek selesai satu bulanan dan pengerjaannya cuma malam hari untuk menghindari kemacetan lebih. Kemarin hampir ada mobil yang terperosok ke lubang galian," kata Ujang.
Permasalahan lainnya yang timbul ialah dari pihak kontraktor tidak memberikan batas pengamanan di pinggir jalan sebagai tanda ada proyek yang dikerjakan. Mereka hanya memasang tali rapia berwarna merah dan putih, sehingga sangat membahayakan pengendara yang melintas, terlebih saat malam hari.
"Yang saya tahu, biasanya kalau ada proyek itu dipinggir jalannya ditutupin pengaman tinggi semisal pakai pagar seng disepanjang jalannya. Ini cuma pakai tali rapia yang diikat-ikat di alat berat, jadi sangat membahayakan. Saya harap pihak kontraktor lebih paham mengenai ini," ujar Ujang.
Bagi masyarakat yang hendak melintasi jalan tersebut, diminta untuk berhati-hati dan dihimbau untuk tidak turun ke bahu jalan terlebih dahulu, terutama saat terjadi hujan, jika tidak ingin kendaraannya terjebak amblas. Bagi masyarakat, harap mencari jalur alternatif agar tidak terjebak macet saat jam sibuk. (FEBRI/PRO2)
Berikan Komentar
Dukungan dan legacy yang besar, juga mengandung makna tanggung...
16862
Lampung Selatan
5419
Bandar Lampung
5052
123
05-Apr-2025
249
05-Apr-2025
216
05-Apr-2025
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia