BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.co): Pengurus Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Bandar Lampung, kini fokus menjalani pembenahan organisasi setelah mengalami kekosongan kepengurusan bertahun-tahun lamanya.
Merujuk pada Surat Keputusan Nomor: 014/PTMSI-LPG/V/2026 tentang pembentukan Caretaker Pengkot PTMSI Bandar Lampung, Ketua Caretaker Pengkot PTMSI Bandar Lampung, Sukistoro mengatakan, pihaknya memiliki beberapa mandat utama.
Tugas yang dimaksud yakni membenahi tata kelola, mendata seluruh Perkumpulan Tenis Meja (PTM) yang aktif, dan melaksanakan Musyawarah Kota Luar Biasa (Muskotlub) yang dijadwalkan pada 5 Juni 2026 mendatang.
"Caretaker ini diberi tugas karena Pengkot PTMSI Bandar Lampung ini mengalami kekosongan kepemimpinan, dan itu sudah dikonfirmasi PB PTMSI dan KONI Bandar Lampung," kata Sukistoro, Sabtu (23/5/2026).
Terkait agenda Muskotlub, Sukistoro menyebutk, pihaknya telah melakukan proses penjaringan bakal calon ketua. Hasilnya, empat orang kandidat dari unsur PTM telah mendaftar sebagai bakal calon ketua Pengkot PTMSI Bandar Lampung.
Di sisi lain, Caretaker juga menjalankan pendataan wajib bagi PTM berdasarkan Surat Edaran PB PTMSI Nomor: 009/PBPTMSI/IV/2026. Caretaker juga telah mengundang semua PTM, yang telah memberikan data dengan sangat antusias bahwa 14 dari 15 memiliki atlet binaan.
Namun ternyata, hanya sebagian kecil PTM yang hadir memenuhi undangan untuk menghadirkan atlet dan melakukan latih tanding pada Sabtu (23/5/2026).
"Dari 15 PTM, 14 di antaranya mengaku punya atlet binaan, tapi hari ini hanya empat PTM memenuhi undangan menghadirkan atletnya untuk latih tanding," ujar Sukistoro.
Dari pendataan PTM dan proses Muskotlub adalah dua ranah yang berbeda, sehingga tidak seharusnya dicampuradukkan.
"Kami sangat menyayangkan, kenapa mereka tidak mau menghadirkan atletnya, padahal pendataan PTM dan proses Muskotlub adalah hal yang berbeda," sebut Sukistoro.
Menyikapi ini, Sekretaris Umum Pengprov PTMSI Lampung, Dian Mauli mengungkapkan, pihaknya turut menekankan pentingnya pembinaan atlet dalam meraih prestasi.
"Sayang sekali dari sekian banyak PTM Bandar Lampung, hanya segelintir kecil yang hadir, padahal saya menerima laporan mereka aktif melakukan pembinaan," ungkap Dian Mauli.
Dian juga menyoroti adanya oknum pengurus, yang tidak memberikan pemahaman yang tepat kepada para bakal calon, terkait dengan pentingnya pendataan administratif ini. Padahal Pengkot dan Pengkab, wajib berkoordinasi dan bersinergi dengan Pengprov PTMSI dalam melaksanakan program.
"Seharusnya oknum pengurus yang kental dan memiliki kedekatan dengan para bacalon dapat memberikan edukasi dan pemahaman yang tepat kepada para bacalon terkait pendataan ini," ujar Dian.
PTMSI Bandar Lampung saat ini membutuhkan sosok figur yang mampu berbenah, mengingat banyaknya agenda dan target prestasi tenis meja Lampung.
Rasanya sulit bagi Ketua Umum Pengprov untuk menetapkan status bakal calon menjadi calon ketua umum, jika PTM pengusung saja tidak mampu menghadirkan atlet binaan sebagai wujud nyata komitmen pembinaan.
Oleh karenanya, ketua umum harus lebih jeli dan tegas mengambil langkah ke depan, karena tugas Ketua Pengkot sangat kompleks dan ujung tombak, di mana Bandar Lampung adalah barometer bagi prestasi tenis meja Lampung. (***)
Editor : Febri Arianto
Berikan Komentar
Inilah sisi gelap era digital yang mulai mengancam generasi...
5156
DPRDPROV
527
Kominfo Lampung
460
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia