Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Ramai Isu Bukalapak PHK Karyawan, Perusahaan Malah Bilang ini
Lampungpro.co, 11-Sep-2019

Heflan Rekanza 542

Share

JAKARTA (Lampungpro.co): Menanggapi isu pemutusan hubungan kerja (PHK) di lingkungan perusahaannya, Kepala Komunikasi Korporat Bukalapak Intan Wibisono mengatakan, pihaknya sedang melakukan penataan perusahaan agar bisa berkelanjutan. Ia menambahkan, Bukalapak juga ingin menjadi toko daring pertama yang mendapatkan keuntungan.

"Kami ingin menjadi e-commerce unicorn pertama yang meraih keuntungan. Dengan pencapaian performa bisnis yang baik dan modal yang cukup, kami menargetkan untuk dapat mencapai break even bahkan keuntungan dalam waktu dekat," ujar Intan, Selasa (10/9/2019) kemarin.

Intan mengungkapkan, Bukalapak juga ingin berfokus kepada bisnis inti yang bermula pada market place. Karena itu, Bukalapak memutuskan untuk tidak membuat metode pembayaran atau logistik sendiri, karena hal itu bisa dilakukan melalui kerja sama dengan pihak lain yang telah memiliki bisnis tersebut.

"Kenapa kita enggak explore e-payment, karena kita bisa kerjasama sama Dana. Kenapa kita enggak buka logistik sendiri, karena kita bisa berpartner dengan penyedia logistik yang memang fokus," ungkap Intan.

Bukalapak memastikan, langkah-langkah tersebut akan membuat bisnis mereka berkelanjutan dan bisa menghasilkan keuntungan. Intan juga menekankan bahwa Bukalapak tidak sedang mengalami kebangkrutan.

Menurut Intan, saat ini Bukalapak  telah membubuhkan pendapatan kotor yang meningkat tiga kali lipat jika dibandingkan pertengahan tahun 2019. Namun, ia belum bisa memberikan angka jelas terkait peningkatan tersebut. "Kami mengurangi setengah kerugian dari pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) selama 8 bulan terakhir ini," ucapnya.

Sebab, kata Intan, selain pertumbuhan gross merchandise value (GMV) penting sebagai ukuran perusahaan e-commerce manapun, Bukalapak juga telah naik ke babak berikutnya. "Dan berhasil membukukan monetisasi dan profitabilitas yang nilainya jauh di atas ekspektasi sebelumnya," jelas dia.

Lebih jauh Intan menyebutkan, penataan perusahaan ini dilakukan secara terbatas dan selektif. "Supaya Bukalapak bisa fokus untuk bisa implementasi strategi bisnis jangka panjang," terang dia.(**/PRO2)

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Lampung Dipimpin Mirza-Jihan: Selamat Bertugas, "Mulai dari...

Dukungan dan legacy yang besar, juga mengandung makna tanggung...

16026


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved