Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

RSJ Provinsi Lampung Berganti Nama Jadi RS Alamsjah Ratu Perwiranegara
Lampungpro.co, 13-Aug-2026

Adi 170

Share

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal | Lampungpro.co

PESAWARAN (Lampungpro.co): Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal meresmikan perubahan nama Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Provinsi Lampung menjadi Rumah Sakit Alamsjah Ratu Perwiranegara, Rabu (12/8/2026).

Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti nama rumah sakit oleh Gubernur Mirza di pelataran rumah sakit. Acara tersebut dihadiri Ketua TP PKK Provinsi Lampung Purnama Wulan Sari Mirza, jajaran Forkopimda, Bupati Lampung Utara, Bupati Pesawaran, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), keluarga besar Alamsjah Ratu Perwiranegara, tokoh masyarakat, dan tamu undangan.

Gubernur Mirza mengatakan, perubahan nama tersebut bukan sekadar pergantian identitas, tetapi bentuk penghormatan Pemerintah Provinsi Lampung kepada Mayjen TNI (Purn.) Alamsjah Ratu Perwiranegara atas pengabdiannya kepada bangsa dan negara, khususnya bagi pembangunan Lampung.

"Karena itu, pemberian nama Alamsjah Ratu Perwiranegara tidak sekadar mengganti papan nama rumah sakit. Ini adalah bentuk penghormatan Pemerintah Provinsi Lampung kepada salah satu putra terbaik Lampung yang telah memberikan pengabdian besar bagi bangsa dan negara," ujar Mirza.

Menurutnya, nama seorang tokoh tidak hanya menjadi identitas, tetapi juga membawa sejarah, keteladanan, dan tanggung jawab untuk meneruskan nilai-nilai yang diwariskan.

Ia berharap sosok Alamsjah Ratu Perwiranegara dapat menjadi inspirasi bagi jajaran pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan masyarakat, terutama generasi muda. Nilai integritas, disiplin, loyalitas, serta pengabdian yang melekat pada sosok tersebut diharapkan tercermin dalam pelayanan rumah sakit.

"Beliau dikenal sebagai pribadi yang menjunjung tinggi integritas, disiplin, loyalitas, dan pengabdian. Nilai-nilai inilah yang ingin kita hadirkan di rumah sakit ini," katanya.

Mirza menegaskan, penghormatan terhadap seorang tokoh tidak cukup hanya dengan mengabadikan namanya. Keteladanan tersebut harus diwujudkan melalui pelayanan yang benar-benar dirasakan masyarakat.

"Saya berharap nama Alamsjah Ratu Perwiranegara tidak hanya terlihat di depan gedung, tetapi juga terasa dalam pelayanan yang diberikan," ujarnya.

Ia juga menargetkan Rumah Sakit Alamsjah Ratu Perwiranegara berkembang menjadi rumah sakit yang unggul dan profesional serta mampu menjadi salah satu pusat rujukan pelayanan kesehatan di wilayah Sumatera bagian selatan.

Untuk mewujudkan target tersebut, menurut Mirza, rumah sakit tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan gedung dan pengadaan peralatan modern. Peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, kualitas pelayanan, kelengkapan fasilitas, serta pemanfaatan teknologi kesehatan juga harus menjadi perhatian.

Pemprov Lampung, lanjutnya, akan terus mendukung pengembangan rumah sakit tersebut. Peningkatan layanan kesehatan dinilai sebagai investasi penting untuk memperbaiki kualitas hidup dan produktivitas masyarakat.

Sementara itu, perwakilan keluarga besar Alamsjah Ratu Perwiranegara, Jusuf Haery Utama Alamsjah, menyampaikan apresiasi kepada Gubernur dan Pemprov Lampung atas penggunaan nama tersebut.

Menurut Jusuf, almarhum merupakan sosok teladan yang selalu mengutamakan kehidupan yang bermanfaat bagi orang lain. Karena itu, penamaan rumah sakit dinilai sejalan dengan semangat pengabdian dan perjuangan almarhum dalam melayani masyarakat.

"Bagi kami dan kita semua, almarhum adalah sosok teladan yang selalu berpegang agar hidup bermanfaat bagi kita semua. Penamaan rumah sakit ini sangat sejalan dengan napas perjuangan beliau untuk melayani dan menyejahterakan masyarakat," ujar Jusuf.

Ia berharap nama tersebut menjadi penyemangat bagi seluruh jajaran rumah sakit untuk memberikan pelayanan kesehatan yang prima, humanis, dan penuh dedikasi.

Direktur Rumah Sakit Alamsjah Ratu Perwiranegara, Hellen Veranica, menjelaskan rumah sakit tersebut berdiri di atas lahan sekitar enam hektare dengan kapasitas 162 tempat tidur. Rumah sakit berstatus Rumah Sakit Khusus Tipe B dan didukung 325 pegawai.

Dari sisi tenaga medis, rumah sakit memiliki 15 dokter spesialis dan subspesialis, termasuk subspesialis kedokteran jiwa konsultan anak dan remaja serta subspesialis kedokteran jiwa geriatri. Selain itu, terdapat tujuh psikiater, dokter spesialis saraf, penyakit dalam, radiologi, anak, patologi klinik, anestesi dan terapi intensif, 12 dokter umum, dua dokter gigi, serta lima psikolog.

Rumah sakit juga dilengkapi sejumlah peralatan kesehatan untuk mendukung pelayanan. Di antaranya *transcranial magnetic stimulation* (TMS), yang dapat digunakan dalam penanganan depresi, pemulihan stroke, dan gangguan saraf.

Selain itu, tersedia quantitative electroencephalography (QEEG) untuk membantu pemeriksaan dan penanganan gangguan tidur, kecemasan, serta masalah konsentrasi.

Hellen mengatakan, pengembangan rumah sakit ke depan akan difokuskan pada perluasan akses dan cakupan layanan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan layanan unggulan kesehatan jiwa, serta pengembangan sistem rujukan dan jejaring pelayanan.

Pihaknya juga akan mendorong transformasi digital dan memperkuat tata kelola agar pelayanan semakin efektif dan sesuai kebutuhan masyarakat.

"Harapan ke depan, Rumah Sakit Alamsjah Ratu Perwiranegara dapat menjadi rumah sakit yang semakin terintegrasi, inklusif, dan berkelanjutan, berorientasi pada kebutuhan masyarakat sebagai manifestasi pelayanan publik," ujarnya.

Hellen berharap nilai keteladanan, kepemimpinan, integritas, dan pengabdian Alamsjah Ratu Perwiranegara dapat menjadi semangat bagi seluruh tenaga rumah sakit dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Mereka Turun ke Jalan

Saya melepas mereka dengan bangga. Sayangnya, kebanggaan tidak otomatis...

630


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved