"Keberhasilan sesungguhnya bukan hanya ketika roket mencapai orbit, tetapi ketika teknologi yang dibawanya benar-benar membantu menyelesaikan tantangan pembangunan di daerah," ujarnya.
Kerja sama pengembangan Lampung-1 juga diarahkan untuk memperkuat kemampuan sumber daya manusia Indonesia di bidang teknologi satelit dan penginderaan jauh.
Sejumlah pelajar dan talenta muda Indonesia, personel BRIN dan Telkom, serta aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Provinsi Lampung mendapat kesempatan belajar di lingkungan STAR.VISION.
Perusahaan tersebut juga telah melibatkan sejumlah insinyur asal Indonesia, termasuk lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB), dalam pengembangan teknologi dan solusi satelit.
Rahmat mengatakan, pengembangan kemampuan sumber daya manusia menjadi bagian penting dari kerja sama tersebut agar Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga ikut terlibat dalam pengembangannya.
"Investasi terbesar dari kerja sama ini bukan hanya teknologi yang diluncurkan ke ruang angkasa, tetapi manusia yang dipersiapkan untuk memahami, menguasai, dan memanfaatkannya," katanya.
Pemprov Lampung juga menegaskan, pembangunan dan peluncuran Lampung-1 tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Lampung.
Berikan Komentar
Saya melepas mereka dengan bangga. Sayangnya, kebanggaan tidak otomatis...
615
245
02-Nov-2026
349
02-Nov-2026
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia