Jakarta (Lampungpro.co): Presiden Prabowo Subianto secara resmi mengumumkan bahwa Indonesia kembali mencapai swasembada pangan, sebuah capaian strategis yang dinilai menjadi bukti nyata keberhasilan arah kebijakan ketahanan pangan pemerintah sekaligus menandai tonggak penting dalam perjalanan kedaulatan pangan nasional.
Presiden Prabowo menyampaikan bahwa swasembada beras yang dicapai hanya dalam waktu satu tahun merupakan pencapaian luar biasa, mengingat target awal pemerintah dipatok dalam jangka waktu empat tahun.
Dalam sambutannya, Presiden menegaskan bahwa swasembada beras bukan sekadar soal peningkatan produksi, melainkan menyangkut kedaulatan, harga diri, dan kemerdekaan bangsa.
Ia menilai sebuah negara tidak dapat disebut benar-benar merdeka apabila kebutuhan pangan rakyatnya masih bergantung pada negara lain.
“Hari ini kita telah mencatat suatu kemenangan yang penting. Tidak ada bangsa yang merdeka kalau makan tidak bisa tersedia untuk rakyat. Tidak mungkin bangsa itu merdeka kalau pangannya tergantung bangsa lain,” ujar Presiden Prabowo.
Presiden menekankan bahwa kemandirian pangan merupakan fondasi utama ketahanan nasional di tengah ketidakpastian global.
Penegasan keberhasilan swasembada beras juga disampaikan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. Ia menyebut panen raya di Karawang menjadi simbol keberhasilan Indonesia mencapai swasembada beras dalam satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo.
“Kita telah berhasil dalam satu tahun ini mencapai swasembada beras,” kata Prasetyo Hadi di Hambalang, Jawa Barat.
Prasetyo mengungkapkan, keberhasilan tersebut berdampak langsung pada kebijakan impor beras. Indonesia kini tidak lagi melakukan impor beras, sementara cadangan beras nasional tercatat sebagai yang terbesar sepanjang sejarah Republik Indonesia.
“Harapan kita itu bisa kita pertahankan, bisa kita tingkatkan. Kita tidak boleh puas meskipun ini adalah pertama kalinya terbesar dalam sejarah kita memiliki cadangan beras di Bulog di tangan pemerintah,” ujarnya.
Presiden Prabowo juga mendorong agar keberhasilan swasembada beras diikuti dengan percepatan swasembada komoditas pangan lainnya, seperti jagung, bawang, ikan, dan telur.
Sebelumnya, Presiden Prabowo juga menyampaikan bahwa per 31 Desember 2025 Indonesia resmi swasembada beras, dengan cadangan beras nasional mencapai lebih dari 3 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.
Capaian ini bahkan melampaui rekor cadangan beras pada era pemerintahan Presiden Soeharto.
Dengan tercapainya swasembada beras, pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat strategi ketahanan pangan nasional.
Keberhasilan ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi kemandirian pangan dan energi, sekaligus memperkuat optimisme masyarakat bahwa Indonesia mampu berdiri di atas kaki sendiri di tengah tantangan global yang semakin kompleks. (Krs)
Rilis: Ofan
Berikan Komentar
Sorak bahagia pecah di GSG Karya Bakti, tapi realisasi...
12557
Lampung Selatan
531
Kominfo Lampung
537
Kominfo Lampung
544
7573
28-Mar-2026
493
17-Mar-2026
477
17-Mar-2026
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia