JAKARTA (Lampungpro.co): Banyak pemilik kendaraan yang kadang-kadang bingung atau terpaksa gonta-ganti jenis bahan bakar, seperti dari Pertalite ke Pertamax atau sebaliknya. Apalagi belakangan terjadi perubahan harga, di mana Pertamax sempat dijual mahal, kini tersedia di harga 13.350 per liter.
Namun, apakah efek dari perubahan tersebut? Berikut penjelasan dari para ahli dirangkum Suara.com (jaringan media Lampungpro.co), dari berbagai sumber, Minggu (3/12/2023).
1. Kompresi Mesin dan Nilai Oktan
Mesin mobil produksi modern seringkali disarankan menggunakan bahan bakar dengan oktan di atas 92. Pertalite memiliki nilai oktan 90. Sedangkan Pertamax memiliki nilai oktan yang lebih tinggi.
Gonta-ganti dari Pertalite ke Pertamax atau sebaliknya dapat berdampak pada performa mesin karena perbedaan nilai oktan. Mesin yang terlalu sering menggunakan bahan bakar oktan rendah dapat mengalami knocking, yang membuat tarikan mesin kurang responsif.
2. Efek Knocking
Knocking atau ngelitik terjadi ketika penggunaan bahan bakar oktan rendah terlalu sering. Knocking dapat membuat mesin terasa kurang bertenaga dan responsif. Disarankan untuk menggunakan bahan bakar sesuai rekomendasi pabrikan agar performa mesin tetap optimal.
3. Konsumsi Bahan Bakar
Penggunaan bahan bakar sesuai rekomendasi pabrikan tidak hanya menjaga performa mesin tetapi juga meningkatkan efisiensi konsumsi bahan bakar. Mesin yang menggunakan bahan bakar dengan oktan sesuai dapat menghasilkan pembakaran yang lebih sempurna, sehingga konsumsi bahan bakar lebih irit.
4. Gonta-ganti Bahan Bakar
Gonta-ganti bahan bakar bisa diterima jika hanya terjadi sekali sebagai pengisi kekosongan. Misalnya saat kehabisan di tengah jalan.
Berganti jenis bahan bakar secara cepat dan berulang dapat menyebabkan masalah performa mesin, kesulitan dalam menyalakan mesin, dan bahkan kerusakan mesin.
5. Konsistensi Penggunaan Bahan Bakar
Disarankan untuk konsisten dalam penggunaan bahan bakar dan menghindari gonta-ganti yang tidak perlu. Bergonta-ganti jenis BBM, seperti Pertamax dan Pertalite, atau bahkan merek berbeda, dapat menyebabkan ketidaksesuaian dengan konfigurasi mesin dan berpotensi merusak mesin.
Kesimpulan
Ingatlah untuk selalu merujuk pada panduan penggunaan bahan bakar yang diberikan oleh pabrikan kendaraan untuk hasil yang optimal dan menjaga kondisi mesin yang baik. (***)
Editor Amiruddin Sormin
Berikan Komentar
Dukungan dan legacy yang besar, juga mengandung makna tanggung...
16012
EKBIS
8613
Bandar Lampung
5978
224
03-Apr-2025
268
03-Apr-2025
386
03-Apr-2025
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia