Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Sinergi Pusat dan Daerah, Lampung Targetkan Mudik Lebaran Idulfitri 2026 Aman dan Lancar
Lampungpro.co, 18-Feb-2026

Febri 337

Share

Pemprov Lampung Saat Rakor Bersama Kementerian Perhubungan | Lampungpro.co/Dok Kominfo

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.co): Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung bersama Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI, menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Persiapan Angkutan Lebaran Idulfitri 2026 di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur Lampung, Selasa (17/2/2026).

Rakor tersebut dilakukan, guna memastikan kesiapan sarana dan prasarana transportasi, dalam menghadapi arus mudik dan balik Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah.

Rakor dipimpin langsung Menteri Perhubungan RI Dudy Purwagandhi, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, dan Ketua DPRD Lampung Ahmad Giri Akbar. Hadir pula jajaran Forkopimda, pejabat tinggi Kementerian Perhubungan, serta kepala daerah kabupaten/kota se-Lampung.

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal mengatakan, posisi strategis Lampung sebagai gerbang utama Pulau Sumatera, di mana setiap musim mudik, perhatian nasional tertuju pada arus penyeberangan Merak dan Bakauheni.

"Lampung selalu menjadi sorotan, karena menjadi entry gate masyarakat dari Pulau Jawa menuju Sumatera. Oleh karena itu, pelayanan dan kesiapan harus dilakukan dengan sangat cermat," kata Rahmat Mirzani Djausal.

Pada rakor tersebut, Gubernur Lampung mengapresiasi berbagai kebijakan pemerintah pusat yang dinilai pro rakyat, mulai dari diskon angkutan udara dan kereta api, diskon tarif tol, hingga program mudik gratis. Kebijakan tersebut, diperkirakan meningkatkan mobilitas masyarakat pada Lebaran Idulfitri tahun ini.

Menurut Gubernur, kebijakan Work From Anywhere (WFA), libur sekolah, dan cuti bersama, juga berpotensi memecah kepadatan arus mudik. Namun di sisi lain, peningkatan mobilitas tetap harus diantisipasi dengan kesiapan infrastruktur dan sumber daya manusia (SDM).

Ada pun kondisi jalan provinsi, menurut Gubernur Lampung, saat ini berada dalam kondisi status mantap mencapai 79,79 persen. Pemprov Lampung menargetkan tidak ada lagi lubang di jalan provinsi sebelum puncak arus mudik, termasuk percepatan perbaikan di jalan nasional dan kabupaten/kota melalui skema swakelola.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Lampung, Bambang Sumbogo melaporkan, pada Lebaran Idulfitri sebelumnya terjadi kenaikan pergerakan penumpang sekitar 10 persen di seluruh moda transportasi. Namun tantangan terbesar tetap berada di sektor penyeberangan Bakauheni.

Pada periode puncak, lonjakan penumpang di Bakauheni bisa meningkat berkali lipat dibanding hari normal. Oleh karena itu, strategi delaying system melalui 10 titik buffer zone di jalan tol dan arteri, disiapkan untuk mengendalikan arus kendaraan menuju pelabuhan.

Selain itu, penerapan geofencing dan tiket elektronik Ferizy akan diperkuat. Dengan sistem ini, kendaraan yang belum memiliki tiket tidak dapat memasuki area pelabuhan dalam radius tertentu.

Dengan geofencing, pelabuhan juga bisa menjadi lebih tertib dan bersih dari praktik calo, karena kendaraan yang masuk, sudah pasti memiliki tiket.

Menteri Perhubungan RI, Dudy Purwagandhi menjelaskan, berdasarkan survei nasional, potensi pergerakan masyarakat pada Lebaran Idulfitri 2026 diperkirakan mencapai 143,91 juta orang. Meski turun 1,75 persen dari survei tahun sebelumnya, realisasi dinilai berpotensi lebih tinggi.

Lampung sendiri diperkirakan menjadi tujuan favorit dari wilayah Jabodetabek dengan potensi 778.000 orang. Pelabuhan Bakauheni diproyeksikan melayani sekitar 813.000 penumpang, sebagai pelabuhan asal dan 2,94 juta penumpang sebagai pelabuhan tujuan.

Untuk mendukung kelancaran arus, Kemenhub menyiapkan 31.000 unit bus, 829 kapal laut, 3.821 rangkaian kereta api, 392 pesawat, dan 255 kapal penyeberangan secara nasional. Di lintas Jawa dan Sumatera, disiapkan lima jalur penyeberangan termasuk Merak dan Bakauheni, serta rute jalur alternatif dari Ciwandan dan BBJ Bojonegara.

Dudy menegaskan, pembatasan truk sumbu tiga ke atas akan diberlakukan tanpa diskresi selama masa angkutan Lebaran Idulfitri. Pengecualian hanya diberikan bagi kendaraan pengangkut BBM, pupuk, bantuan bencana, dan kebutuhan pokok.

Dukungan terhadap rencana operasi modifikasi cuaca (OMC) juga dilakukan, guna mengantisipasi gelombang tinggi dan cuaca ekstrem, yang berpotensi mengganggu pelayaran maupun perjalanan darat.

Di sektor perkeretaapian, terdapat 139 perlintasan sebidang di Lampung yang menjadi perhatian. Kemenhub menambah 129 petugas penjaga, untuk meningkatkan keselamatan selama masa mudik.

Rakor tersebut, menegaskan pentingnya kolaborasi pemerintah pusat dan daerah, TNI-Polri, BUMN, serta operator transportasi. Dengan sinergi lintas sektor, pemerintah optimistis penyelenggaraan Angkutan Lebaran Idulfitri 2026 di Lampung dapat berjalan aman, lancar, dan terkendali. (***)

Editor : Febri Arianto

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya

Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved