Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Soal Mobilisasi Massa, Muhammadiyah Yakin Amien Rais Tempuh Jalur Hukum
Lampungpro.co, 24-Apr-2019

Heflan Rekanza 626

Share

JAKARTA (Lampungpro.com) : Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir meyakini politikus senior Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais tak melakukan mobilisasi massa dan akan memilih jalur hukum terkait persoalan Pemilu 2019. Hal ini menanggapi isu mobilisasi massa yang dihembuskan oleh Amien Rais, eks Ketum PP Muhammadiyah, akibat sejumlah isu kecurangan Pemilu 2019.

"Pak Amien kan termasuk para reformis. Ketika amandemen UUD 45, mereka pelopor Indonesia menjadi negara hukum. Karena itu saya percaya semua elite bangsa dan elite negara itu muaranya akan pada menyelesaikan masalah dengan hukum," kata Haedar.

Haedar pun mengimbau agar semua pihak bisa menahan diri, dan menerima apapun hasil perhitungan suara pemilu yang resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU). "Tidak perlu lagi ada mobilisasi massa. Kasihanlah ya masyarakat sudah lelah satu tahun ini mengerahkan segala pikiran dan tenaga. Mereka sudah memberi kepercayaan pada sistem, tapi Insyaallah semuanya akan berakhir dengan baik," ucap Haedar.

Tak hanya itu, Haedar juga mengungkap sejumlah hal yang menjadi pembahasan para tokoh organisasi masyarakat (ormas) dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), Senin (22/4/2019) malam lalu. Menurutnya, setidaknya ada tiga pesan dari JK yang disampaikan kepada para tokoh. Pertama, mengawal KPU, Bawaslu, MK berjalan dengan jujur, adil, transparan, dan akuntabel hingga penetapan pemenang Pemilu 2019 pada 22 Mei 2019.

"Kedua, sengketa Pemilu harus diselesaikan lewat proses yang sudah ditetapkan di konstitusi. Ketiga, agar masyarakat untuk bersatu kembali di tengah perbedaan di massa pemilu. Ada perbedaan soal angka dan sebagainya, kami percaya KPU, Bawaslu dan konstitusi akan menjadi satu-satunya tempat untuk menyelesaikan persengketaan," ujar dia.

Haedar pun mengaku telah mengedarkan surat imbauan kepada warga Muhammadiyah di seluruh Indonesia. Edaran itu, kata dia, berisi soal rekonsiliasi warga usai Pemilu 2019. "Kami sudah mengirimkan edaran untuk warga Muhammadiyah jadilah warga negara yang uswah hasanah yakni jadi teladan baik bagi masyarakat sekitar. Bahwa Pemilu sudah selesai, mari berjabat tangan kembali, lalu kita terima hasilnya dengan jiwa besar," terang dia.(**/PRO2)

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Lampung Dipimpin Mirza-Jihan: Selamat Bertugas, "Mulai dari...

Dukungan dan legacy yang besar, juga mengandung makna tanggung...

16858


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved