Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Sukses di Bali, Kemenpar Gelar Batam International Open Piano Competition 2017
Lampungpro.co, 13-Oct-2017

928

Share

Bali International Piano Competition, Batam International Open Piano Competition, Menpar Arief Yahya

Peserta dari mancanegara sudah akan datang pada Jumat, 20 Oktober untuk melakukan daftar Ulang. Seperti biasanya peserta tidak datang sendiri, melainkan dengan para suporternya antara lain orangtua, kakek nenek, guru atau keluarga untuk memberi dukungan.

Mereka tidak hanya datang berkompetisi di Batam, tetapi sekaligus berlibur menikmati Batam dan kulinernya. Dan untuk peserta dari Singapore mendapatkan tiket Ferry Promo (PP) kerjasama dengan Swiss Bel Hotel , sebesar 32 dolar Sin.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Nusantara Kemenpar Esthy Reko Astuty menjelaskan musik adalah cultural activities yang bersifat universal. Terlebih musik klasik, yang sudah eksis di Eropa berabad-abad silam, dan sudah menjadi gaya hidup kelas atas. Karena itu musik bisa menjadi alat promosi yang efektif, kata Esthy.

Musik klasik juga bisa menjadi alat komunikasi non verbal, yang mengkoneksi banyak budaya di dunia. Dengan partitur yang sama, dengan alat yang sama, dengan komposer yang sama, semua bangsa bisa merasakan sensasi yang sama. Yang beda adalah suasana dan atmosfernya, main di Eropa, Asia dan Indonesia, ujar Esthy.

Berpiano di Indonesia, bisa sekaligus menikmati alam dan budaya yang khas. Sambil berwisata, melihat pantai, gunung, bawah laut dan kuliner Batam yang enak-enak. Biasanya, kompetisi piano itu supporternya adalah keluarga dekat, dan kompetisi ini bisa jadi alasan untuk berlibur keluarga, ujar dia.

Menpar Arief Yahya selalu berasumsi bahwa wisman yang masuk ke Indonesia itu lengkap. Semua level ekonomi digarap secara simultan. Ada event untuk level tertentu, seperti Golf, yachting, diving, dan piano ini. Ada juga crossborder yang disajikan atraksi musik pop seperti Slank, Wali, di Atambua maupun di wilayah perbatasan yang lain.

Jadi jangan disikotomi kelas atas dan bawah, semua digarap berdasarkan target market. Saya paham, revenue itu dihitung dengan ARPU, average revenue per user, itu beda-beda. Belum tentu yang spendingnya kecil itu, menghasilkan profit margin yang kecil juga, kalau jumlahnya banyak, ujungnya juga menghasilkan benefit yang besar, ujar Menpar Arief.

1 2 3

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya

Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved