ROMA (Lampungpro.com): Tokoh film dunia Bernardo Bertolucci menyampaikan apresiasi tinggi terhadap film Dawah. Dia menilai film besutan sutradarai senior asal Italia, Italo Spinelli, ini menggambarkan kehidupan Islam yang penuh toleransi. Bertolucci pun menganggap bahwa Film ini memberi gambaran kehidupan Islam yang sesungguhnya.
Dalam pemutaran film Dawah di Festival Film Roma, Bertolucci hadir untuk secara khusus memberikan pengantar kepada para pengunjung yang salah satu studio di Auditorium Parco della Musica, Roma. kepada sekitar 300-an, sutradara film The Draemers, The Last Emperor, dan The Last Tango in Paris itu pun mengharapkan agar para guru dan siswa bisa menyaksikan film ini.
Bertolucci mengungkapkan bahwa film Dawah memberi gambaran yang nyata soal kehidupan di madrasah. Dia tidak terlalu jauh dan juga tidak terlalu dekat, ujar sutradara gaek berusia 77 tahun itu pada pemutaran film tersebut di Roma, Sabtu (4/11/2017) malam waktu setempat atau Minggu (5/11/2017) pagi waktu Indonesia.
Kehidupan madrasah yang terekam dalam film tersebut, menurut Bertolucci, memberikan hipnotis. Dia pun lantas meminta agar film yang disutradarai Italo Spinelli itu ditampilkan dalam Festival Film Roma. Karena memberi hipnotis, tak heran jika 300 tiket yang dijual untuk film tersebut pun ludes satu hari sebelum pemutaran berlangsung.
Menjelang pemutaran film, para tokoh di balik pembuatan film Dawah pun diberi kesempatan untuk masuk studio melalui karpet merah. Rombongan yang dipersilakan melalui karpet merah bersama Italo itu di antaranya Sapta Nirwandar, Budiarman Bahar (produser dan co-produser), Duta Besar RI untuk Vatikan Agus Agus Sriyono, Duta Besar RI untuk Italia Esti Andayani, dan pemilik Majalah Halal Lifestyle Ervik Ary Susanto yang menjadi kontributor Lampungpro.com pada acara itu.
Menurut produser Dawah, Sapta Nirwandar, film ini sengaja banyak diputar di Eropa karena pesannya lebih tepat untuk masyarakat BaratDia menilai, pesan yang terekam dalam film Dawah lebih cocok untuk memberikan pemahaman kepada publik barat yang sebagian masih berpandangan sempit dalam melihat Islam. Kehidupan pesantren yang begitu sederhana, tutur Sapta, memberi kesan khusus bagi masyarakat barat.
Dalam pembuatan film tersebut, pihaknya mengaku sama sekali tidak memberikan intervensi terhadap kreativitas Italo sebagai sutradara dan para kru-nya. Awak yang terlibat dalam pembuatan film ini, menurut Sapta, sudah memberi simbol Islam yang menghargai keragaman. Ini film tentang pesantren, tapi Italo sebagai sutradara adalah non Muslim, kata Sapta Nirwandar yang juga putra mantan Wali Kota Bandar Lampung Thabrani Daud itu.
Duta Besar RI untuk Vatican, Agus Sriyono, mengungkapkan Dawah ini membawa pesan yang lebih universal. Dia menilai film ini sangat bagus untuk menyampaikan pesan perdamaian kepada dunia. Sedangkan sutradara Italo Spinelli, mengungkapkan Dawah rencananya diputar di 10 kota di Italia. Pihaknya mengaku sudah berbicara dengan beberapa pihak agar pemutaran film Dawah publik Italia bisa berjalan baik. (PRO1)
Berikan Komentar
Dukungan dan legacy yang besar, juga mengandung makna tanggung...
16754
EKBIS
9462
Lampung Selatan
5297
Bandar Lampung
5082
Bandar Lampung
4944
289
05-Apr-2025
262
05-Apr-2025
246
05-Apr-2025
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia