Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Ubah Limbah Kulit Kopi Jadi Berkah, Polinela Kenalkan “Eco-Briquette Smart Fire” Kepada Petani Lampung Barat
Lampungpro.co, 01-Oct-2026

Sandy 232

Share

Dosen Polinela saat memberikan pelatihan teknologi pengolahan limbah kulit kopi menjadi briket bioarang di Lampung Barat | LAMPUNGPRO.CO/IST

LAMPUNG BARAT (Lampungpro.co) : Limbah kulit kopi yang selama ini menjadi persoalan lingkungan di sentra perkebunan Lampung Barat mulai diubah menjadi produk bernilai ekonomi oleh tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Politeknik Negeri Lampung (Polinela).

Melalui inovasi “Eco-Briquette Smart Fire”, tim PkM Polinela mengembangkan teknologi pengolahan limbah kulit kopi menjadi briket bioarang untuk Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Lampung Robusta di Kabupaten Lampung Barat.

Program yang didanai melalui skema DIPA Polinela tersebut melibatkan Dwi Eva Nirmagustina, Chandra Utami Wirawati, Winarto, Sri Handayani, dan Marbudi. Tim juga melibatkan tiga mahasiswa, yakni Alfisani Adi Prasetyo, Erwin Gutawa Siagian, dan Lestari Doloksaribu.

Lampung Barat selama ini dikenal sebagai salah satu sentra produksi kopi Robusta di Provinsi Lampung. Namun, tingginya produksi kopi juga menghasilkan limbah kulit kopi dalam jumlah besar dari proses pengolahan pascapanen.

Limbah kulit kopi dari proses pengolahan kering maupun basah diperkirakan mencapai 40-45 persen dari bobot total buah kopi. Jika tidak dikelola, limbah tersebut dapat menumpuk dan menimbulkan berbagai persoalan lingkungan.

Tumpukan limbah dapat memunculkan bau tidak sedap, meningkatkan keasaman tanah, hingga menghasilkan gas metana ketika mengalami pembusukan. Sebagian limbah juga masih dibakar secara terbuka oleh masyarakat sehingga berpotensi menambah polusi udara di kawasan perkebunan.

Persoalan tersebut juga berkaitan dengan keterbatasan pengetahuan teknis petani dalam mengolah limbah kulit kopi menjadi produk bernilai tambah. Di sisi lain, pengembangan kewirausahaan berbasis lingkungan atau green sociopreneurship di tingkat kelompok tani masih perlu diperkuat.

1 2 3

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Ketika Sekolah Jadi Mesin Setoran: Dana BOS,...

Seperti lilin. Memberi cahaya kepada orang lain, tetapi perlahan...

3098


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved