Tim PkM Polinela kemudian menghadirkan Eco-Briquette Smart Fire sebagai salah satu solusi. Inovasi ini menghasilkan briket berbentuk prisma heksagonal dengan rongga di bagian tengah atau hollow.
Briket tersebut dibuat melalui proses karbonisasi menggunakan teknologi pirolisis tertutup dengan campuran perekat alami berbahan tapioka serta bahan akselerator untuk membantu proses penyalaan.
Rongga pada bagian tengah briket dirancang untuk menciptakan efek cerobong atau chimney effect. Desain tersebut membantu memperlancar sirkulasi oksigen sehingga briket dapat menyala lebih cepat.
Dengan teknologi tersebut, briket diklaim mampu menyala dalam waktu sekitar 3-5 menit, lebih cepat dibandingkan briket konvensional. Pembakarannya juga dirancang lebih stabil dengan sisa abu yang relatif minim.
Program PkM tersebut telah menghasilkan sejumlah capaian di lokasi mitra. Tim menyerahkan satu unit alat karbonisasi atau kiln pirolisis tertutup berkapasitas 200 liter dan satu unit mesin cetak briket hollow.
Kedua peralatan tersebut telah digunakan oleh mitra dan dapat dioperasikan dengan baik. Dari proses produksi awal, mitra mampu menghasilkan sekitar 10-20 kilogram briket per hari.
Selain menyediakan teknologi, tim PkM Polinela juga memberikan pelatihan kepada anggota inti kelompok produksi agar mampu mengoperasikan sekaligus melakukan perawatan mesin secara mandiri dan aman.
Berikan Komentar
Seperti lilin. Memberi cahaya kepada orang lain, tetapi perlahan...
3098
166
01-Oct-2026
201
01-Oct-2026
296
01-Oct-2026
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia