Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara, Kementerian Pariwisata, Esthy Reko Astuty mengatakan mendukung kegiatan yang memasuki tahun ke-10 penyelenggaraan ini.
Menurutnya kegiatan ini dapat memamerkan keragaman budaya Indonesia kepada dunia sekaligus mempromosikan Ubud sebagai pusat pertemuan penulis dan seniman dari seluruh dunia untuk berkarya, sekaligus berwisata.
Meski event ini baru 10 tahun, namun festival ini mempu mendorong iklim pariwisata di Bali, terutama di Ubud. Dari sudut pandang pariwisata, UWRF ini memberikan dampak positif, ujar Esthy.
Festival ini menjadi menjadi ajang dialog antara penulis-penulis hebat di mana terpada pertukaran cerita antara penduduk lokal dan perspektif dunia membuka wawasan para pengunjung selama berada di Indonesia.
Sastra sekaligus membawa orang melampaui fisik dan menyelami budaya melalui simbol dan metafora.
Sebagai promosi pariwisata, UWRF mempromosikan Indonesia dalam literatur, sebuah sudut pandang, dan memberikan nilai tambah untuk memberikan pengalaman lain kepada para pengunjung lebih dari sekadar mengunjungi destinasi wisata, ujar Esthy didampingi Kabid Promosi Wisata Buatan, Ni Putu Gayatri.
Sementara Indonesia sendiri mengirim 15 orang penulis yang sebelumnya telah melalui proses seleksi ketat terhadap 915 karya tulis. Seleksi dilakukan oleh tiga orang juri yakni Seno Gumira Ajidarma, Leila S.Chudori dan Warih Wisatsana.
Berikan Komentar
Lampung Timur
516
Lampung Selatan
1137
Kominfo Lampung
1136
8161
28-Mar-2026
516
18-Mar-2026
1091
17-Mar-2026
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia