BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.com): Saya adalah penyuka dan penikmat kopi. Terutama jika bubuk kopi yang hitam dan wangi berasal dari biji-biji kopi yang dihasilkan kebun kopi milik keluarga. Biji kopi yang dibuat langsung di wajan besi membuat kopi tradisional buatan keluarga saya, terutama ibu saya, terasa lebih nikmat dari kopi manapun. Wanginya yang khas dan rasanya yang murni membuat keluarga kami selalu membuat bubuk kopi sendiri dari kopi yang di panen di kebun sendiri.
Di keluarga saya, kopi hitam kental manis selalu terhidang setiap pagi menjelang segala aktivitas akan dimulai. Menikmati segelas kopi dengan asapnya yang masih mengepul, beradu dengan embun dipagi hari dan aroma bumi yang khas membuat jiwa lebih bersemangat. Kopi sangat sedap jika dinikmati bersama pisang goreng yang juga di masak sendiri. Hmm.. nikmat, murah meriah dan menjadikan suasana kebanyakan keluarga petani kopi diindonesia memulai pagi mereka.
Saya belajar minum kopi sedari kecil. Mulanya dari icip-icip seruput dari gelas kopi milik bapak, kakak atau paman saya. Hingga kemudian saya biasa membuat segelas kopi sendiri dengan takaran yang telah di ajarkan keluarga saya. Dan pada akhirnya, karena saya telah mewarisi resep tersebut, setiap ada tamu yang berkunjung kerumah, saya selalu diminta untuk membuat beberapa cangkir kopi untuk menghormati mereka. Sampai bertahun-tahun kemudian segelas kopi harus selalu menemani saya setiap kali harus lembur belajar agar mata tetap terjaga.
Meskipun kemudian saya mencicipi aneka rasa kopi, terutama kopi instan bercitarasa internasional, atrau secangkir kopi (keren) disebuah kafe, saya tetap mencintai kopi hitam yang murni dan mengikat hati. Saya selalu merindukan asap yang wangi dari secangkir kopi hitam yang dinikmati bersama-sama dengan keluarga dipagi hari atau dimusim hujan. Saya selalu merindukan kopi tradisional (terutama wangi khasnya yang memikat), meski secara fisik tidak keren dan tidak dijual dikafe-kafe, tapi saya tahu itulah kopi yang sejati.
Bicara kopi, maka kita bicara mengenai posisi kopi didunia internasional. Pada awalnya, kopi bukanlah tanaman asli Indonesia melainkan berasal dari Afrika tepatnya di Ethiopia. Namun, setelah penjajah belanda membawa bibit kopi ke Indonesia dan membangun perkebunan kopi diberbagai daerah diindonesia., kopi kemudian dikenal sebagai tanaman Indonesia dan menjadi komoditas ternama untuk ekspor. Kopi ditanam diberbagai tempat diindonesia, terutama dihutan dataran rendah dan dataran tinggi yang memiliki tanah yang baik dan curah hujan yang cukup.
Hingga saat ini Indonesia merupakan Negara keempat terbesar penghasil kopi didunia setelah Brazil, kolumbia dan Vietnam. Ekspor kopi Indonesia mencapai 350 ton pertahun dengsan rincian 85% jenis robusta dan 15% jenis Arabika yang ditujukan ke lebih dari 50 negara diseluruh dunia. Pintu ekspor kopi Indonesia terdapat di 3 titik yaitu: Pelabuhan Belawan di Sumatera Utara untuk kopi Arabika sumatera, Pelabuhan Panjang di Lampung untuk kopi robusta Indonesia, dan Pelabuhan Tanjung Perak di Jawa Timur untuk kopi Arabika dan robusta yang dihasilkan oleh jawa timur dan provinsi-provinsi diindonesia bagian timur. Hingga saat ini Negara-negara seperti amerika, jerman, jepang, italia dan inggris merupakan konsumen utama kopi Indonesia.
Dari 14 provinsi penghasil kopi, lampung berda di peringkat pertama penghasil kopi robusta di Tanah air dengan produksi sekitar 140.000150.000 ton per tahun. Lampung juga selama ini dikenal sebagai salah satu produsen utama kopi Indonesia dan pintu gerbang ekspor kopi Indonesia. Areal kopi robusta di Lampung seluas 163.000 ha, dan petani yang terlibat dalam budidaya kopi sebanyak 200.000 kepala keluarga. Meski harga kopi dipasar internasional selalu menglami fluktusi. Namun, namun volume ekspor kopi robusta selalu mengkat terutama kopi lampung. Bahkan ketika dunia diland krisis global pada tahun 2008, ekspor kopi lampung tetap naik dan mengjhasilkan 586,5 juta dolar Amerika Serikat (AS).
Kopi Lampung sebagian besar dihasilkan dari perkebunan-perkebunan petani atau rakyat terutama di Kabupaten Lampung Barat, Tanggamus, dan Lampung Tengah. Selain di ekspor, kopi Lampung juga dijadikan komoditas dalam negri. Di samping diolah oleh industri besar, kopi lampung juga diolah oleh industri rumahan dengan merek dagang masing-masing. Ada banyak merek kopi Lampung yang dijual pasaran, dan setiap merek memiliki penggemarnya tersendiri dibeberapa toko modern, saya seringkali menjumpai kopi Lampung merek kapal api, cap bola dunia dan sebagainya. Bahkan banyak petani yang kini membuat kopi lampung organik hingga kopi rasa strawberry. Jika keluarga saya kehabisan stok kopi bubuk di rumah, maka kopi yang dicari adalah kopi siger.
Berikan Komentar
Bandar Lampung
827
827
09-Jul-2026
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia