KALIANDA (Lampungpro.co): Tim Monitoring Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan, menyambangi sejumlah pasar tradisional di Lampung Selatan, untuk memantau harga dan ketersediaan bahan pokok serta bahan penting lainnya.
Tim mengunjungi sejumlah pasar seperti Pasar Natar, Pasar Kalianda, Pasar Sidomulyo, hingga Pasar Jati Agung pada Kamis-Jumat (1-2/8/2024).
Dari hasil monitoring, harga bahan pangan disejumlah pasar masih dalam kondisi stabil.
Meski demikian, ditemukan juga kenaikan harga bahan pangan dari komoditas cabai rawit.
Staf Ahli Bupati Lampung Selatan Bidang Keuangan, Achmad Herry memgatakan, kenaikan harga cabai rawit ini diakibatkan karena berbagai faktor, salah satunya kurangnya penyuplai bahan.
"Untuk komoditas cabai rawit ini, kelonjakan terbesar memang berada di Pasar Natar yaitu dari harga Rp40 ribu perkilo, naik menjadi Rp60 ribu perkilonya," kata Achmad Herry dalam keterangannya, Jumat (2/8/2024).
Sementara untuk di Pasar Jati Agung sendiri, meskipun terdapat kenaikan harga bahan pokok dan bahan penting lainnya, tapi kondisinya masih stabil.
"Cabai merah di Pasar Jati Agung perkilonya Rp38 ribu dan cabai rawit pun naiknya stabil pada angka Rp50 ribu perkilonya," ujar Achmad Herry.
Dari hasil pantauan harga ini, pemerintah akan berkomitmen untuk menjaga kestabilan harga bahan pangan di pasaran, hingga memastikan ketersediaan bahan pangan tetap ada di pasaran.
Sementara itu, Asisten Ekonomi Pembangunan Setdakab Lampung Selatan, Dulkahar mengungkapkan, kenaikan harga cabai rawit tersebut disebabkan oleh faktor kurangnya produksi atau penyuplai.
"Kenaikan harga cabai rawit ini dipicu oleh cuaca ekstrem yang mengakibatkan penurunan produksi. Bahkan para pedagang sekarang sudah mengambil barang dari petani langsung, namun harga memang tinggi," ungkap Dulkahar
Menurut data yang diperoleh, harga cabai rawit saat ini mencapai Rp65 ribu perkilogram, naik dari harga sebelumnya yang berkisar antara Rp35 ribu hingga Rp40 ribu perkilogram.
Sementara itu, harga komoditas lainnya seperti beras, gula, minyak goreng, dan sayuran relatif stabil dan tidak menunjukkan fluktuasi yang berarti.
Demi menjaga kestabilan dan ketersediaan bahan pangan ini, Pemkab Lampung Selatan mengambil langkah dengan mengadakan operasi pasar murah yang akan digelar di tujuh kecamatan, yaitu Natar, Jati Agung, Sidomulyo, Candipuro, Penengahan, Rajabasa, dan Kalianda.
Ada pun rincian jadwal operasi pasarnya yakni Kecamatan Natar di Desa Relung Helok pada 7 Agustus 2024, Kecamatan Jati Agung di Desa Rejomulyo pada 8 Agustus 2024, dan Kecamatan Sidomulyo di Desa Siring Jaha pada 12 Agustus 2024.
Kemudian Kecamatan Candipuro di Desa Cinta Mulya pada 13 Agustus 2024, Kecamatan Penengahan di Desa Pasuruan pada 14 Agustus 2024, dan Kecamatan Rajabasa di Desa Kunjir pada 15 Agustus 2024.
Kemudian di Kecamatan Kalianda akan dilaksanakan di Kantor Dekranasda Lampung Selatan pada tanggal 16 Agustus 2024. (***)
Editor : Febri Arianto
Berikan Komentar
Dukungan dan legacy yang besar, juga mengandung makna tanggung...
16106
EKBIS
8710
Bandar Lampung
6072
124
04-Apr-2025
327
03-Apr-2025
368
03-Apr-2025
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia