Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Ayo, Saksikan Kehebohan Festival Pacu Jalur di Riau
Lampungpro.co, 19-Aug-2017

2285

Share

RIAU (Lampungpro.com)-Ratusan perahu berukuran sangat panjang yang terbuat dari kayu pohon berukuran 25 sampai 40 meter dan melibatkan ribuan atlet dayung akan menyemarakan Provinsi Riau. Namanya: Festival Pacu Jalur, digelar 23-26 Agustus 2017, di Tepian Narosa Teluk Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi, Kepulauan Riau.

"Festival Pacu Jalur tidak hanya sekadar perlombaan, tetapi merupakan budaya kebanggaan masyarakat Provinsi Riau, khususnya masyarakat Kuantan Singingi. Festival ini berupa kompetisi mendayung di sungai dengan menggunakan sebuah perahu panjang yang terbuat dari kayu pohon. Ini perpaduan antara unsur olahraga, seni dan olah batin," kata Bupati Kuantan Singingi, Drs H Mursini.

Kenapa harus rayon? Mursini menambahkan, Peminat lomba pacu jalur ini semakin tahun menjadi sangat besar, peserta membeludak, bisa ribuan perahu, untuk itu harus dibagi per rayon dan pelaksanaan iven pacu jalur tradisional tahun ini, baik pacu jalur rayon, pacu jalur mini maupun iven pacu jalur tingkat nasional ini dituangkan dalam Surat Keputusan Bupati Kuantan Singingi Nomor Kpts 126/V/2017 tertanggal 30 Mei 2017.

Untuk tingkat rayon, pelaksanaannya sudah dilakukan sejak awal Juli. "Terbagi dalam empat rayon, empat kecamatan, telah dilaksanakan dari 6-29 juli, selanjutnya, rangkaian pelaksanaan pacu jalur iven nasional untuk pacu jalur mini tradisional dihelat di Tepian Narosa Telukkuantan, 19-21 Agustus dan pacu jalur tradisional dihelat di Tepian Narosa Telukkuantan, 23-26 Agustus," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Parbud) Kuansing, Marwan SPd MM.

Peserta terbaik setiap rayon akan bergemu di Festival Pacu Jalur tardisional yang beranggotakan laki-laki dengan usia 15 sampai 40 tahun. Jumlah pendayung perahu sekitar 50 sampai 60 orang.

Kenapa jumlah pendayung berbeda-beda? Ini disesuaikan dengan panjang perahu. Tidak ada perbedaan kelas, jumlah antar tim tidak sama, bisa satu perahu 50 orang atau 60 orang. Ini uniknya, pendayung banyak belum tentu menang, karena menurut mitos yang ada di sana, kemenangan itu ditentukan dari kekuatan magis yang terdapat pada kayu perahu serta kesaktian sang pawang dalam mengendalikan perahu.

Dari 50 atau 60 pendayung, ada anggota tim disebut anak pacu dengan beberapa tugas masing-masing dan sebutannya, seperti tukang kayu, tukang concang yang menjadi komandan atau pemberi aba-aba dan tukang pinggang yang menjadi juru mudi.

Ada juga tukang onjai yang bertugas memberi irama di bagian kemudi dengan cara menggoyang-goyangkan badannya dan tukang tari yang membantu tukang onjai dalam memberi tekanan agar seimbang, agar perahu dapat berjungkat-jungkit secara teratur dan berirama.

1 2 3

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Lampung Dipimpin Mirza-Jihan: Selamat Bertugas, "Mulai dari...

Dukungan dan legacy yang besar, juga mengandung makna tanggung...

19252


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved