"Saudara-saudara, kurangi gorengan, perbanyak rebusan. Negara ini butuh pikiran jernih, bukan sekadar perut kenyang."
Para menteri saling pandang.
"Mulai hari ini kita kerja serius. Saya tahu publik mempertanyakan kapasitas dan legitimasi saya. Daripada habis tenaga berdebat di medsos, mari kita buktikan lewat hasil. Setiap program harus punya target nyata dan manfaat terukur."
Beberapa orang mengangguk. Saya tidak tahu mereka setuju atau sedang menghitung sisa umur jabatan masing-masing.
Belum apa-apa saya sudah merasa seperti kepala puskesmas yang sedang mengedukasi pasien lansia.
Berikutnya saya meluncur ke Kartanegara menemui Pak Prabowo dan mengajaknya main catur. Bukan karena mendadak jadi Grandmaster, tapi karena kalau diajak bicara serius langsung, orang biasanya kabur.
"Pak, satu babak ya. Sambil jalan, saya mau bahas prioritas negara. Oh ya, jangan terlalu sering marah-marah, Pak. Rakyat lebih senang kalau Bapak tersenyum."
Prabowo menggerakkan kuda. Saya menggerakkan benteng.
"Semua program sebaiknya dievaluasi terbuka, Pak. Mana yang dibutuhkan rakyat, mana yang direvisi, mana yang dicoret. Jangan dipertahankan hanya karena sudah telanjur diumumkan pas kampanye."
Prabowo diam sebentar, lalu memajukan pion.
"Dan kalau rakyat diminta mengencangkan ikat pinggang, pemerintah harus kasih contoh duluan. Perjalanan dinas ke luar negeri silakan, asal hasilnya bukan cuma foto jabat tangan dan gantungan kunci buat keluarga."
Berikan Komentar
Febi: Sudah, minum dulu. Kopi saja ada ampasnya, masa...
260
260
04-Nov-2026
318
04-Nov-2026
275
04-Nov-2026
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia