Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Bangun-Bangun Jadi Gibran: Dracin di Peron MRT
Lampungpro.co, 03-Nov-2026

Asyihinpro 342

Share

Pemimpin Redaksi Lampungpro.co, Irwan One Ariefyanto

"Saudara-saudara, kurangi gorengan, perbanyak rebusan. Negara ini butuh pikiran jernih, bukan sekadar perut kenyang."

Para menteri saling pandang.

"Mulai hari ini kita kerja serius. Saya tahu publik mempertanyakan kapasitas dan legitimasi saya. Daripada habis tenaga berdebat di medsos, mari kita buktikan lewat hasil. Setiap program harus punya target nyata dan manfaat terukur."

Beberapa orang mengangguk. Saya tidak tahu mereka setuju atau sedang menghitung sisa umur jabatan masing-masing.

Belum apa-apa saya sudah merasa seperti kepala puskesmas yang sedang mengedukasi pasien lansia.

Berikutnya saya meluncur ke Kartanegara menemui Pak Prabowo dan mengajaknya main catur. Bukan karena mendadak jadi Grandmaster, tapi karena kalau diajak bicara serius langsung, orang biasanya kabur.

"Pak, satu babak ya. Sambil jalan, saya mau bahas prioritas negara. Oh ya, jangan terlalu sering marah-marah, Pak. Rakyat lebih senang kalau Bapak tersenyum."

Prabowo menggerakkan kuda. Saya menggerakkan benteng.

"Semua program sebaiknya dievaluasi terbuka, Pak. Mana yang dibutuhkan rakyat, mana yang direvisi, mana yang dicoret. Jangan dipertahankan hanya karena sudah telanjur diumumkan pas kampanye."

Prabowo diam sebentar, lalu memajukan pion.

"Dan kalau rakyat diminta mengencangkan ikat pinggang, pemerintah harus kasih contoh duluan. Perjalanan dinas ke luar negeri silakan, asal hasilnya bukan cuma foto jabat tangan dan gantungan kunci buat keluarga."

1 2 3 4 5 6 7 8

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
ANDI, FEBI, DAN UANG IURAN PGRI: GURU...

Febi: Sudah, minum dulu. Kopi saja ada ampasnya, masa...

260


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved