Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Bangun-Bangun Jadi Gibran: Dracin di Peron MRT
Lampungpro.co, 03-Nov-2026

Asyihinpro 345

Share

Pemimpin Redaksi Lampungpro.co, Irwan One Ariefyanto

Beliau tertawa puas. Ternyata kekalahan saya membuat suasana jauh lebih cair daripada seluruh isi pidato saya tadi.

Hari itu saya kalah, tapi kalah dari orang tua tidak apa-apa. Yang bikin sedih kalau rakyat terus-terusan kalah dari orang yang bukan siapa-siapanya.

Saya berdiri, menyalami beliau, lalu mencium tangannya.

"Pamit dulu, Pak. Masih banyak kunjungan. Jangan lupa tersenyum ya, Pak."

Di luar, ajudan sudah menunggu sambil melirik jam. "Mas, kalah main catur sama Presiden itu pilihan paling aman."

"Saya tahu," kata saya. "Itu juga strategi."

Dari situ saya meluncur ke Kuningan menemui pimpinan KPK.

"Pak, kalau kekurangan personel intelijen, bagaimana kalau kita rekrut ibu-ibu kompleks?"

Ketua KPK mengedipkan mata, bingung.

"Serius, Bos. Ibu-ibu di lapak tukang sayur itu tahu siapa yang tiba-tiba beli mobil baru, rumah siapa yang mendadak direnovasi, dan siapa yang biasanya naik Supra tiba-tiba dijemput Alphard. Itu bukan gosip. Itu Focus Group Discussion berbasis pengamatan lingkungan. Kecepatannya mengalahkan ninjutsu Naruto."

Tentu info tukang sayur bukan alat bukti sah di pengadilan. KPK tetap butuh penyelidikan profesional. Tapi semangatnya patut ditiru: jangan malas mencari tahu, dan jangan sampai rakyat kecil gampang digerebek sementara pejabat berkuasa mendadak sulit disentuh hukum.

1 2 3 4 5 6 7 8

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
ANDI, FEBI, DAN UANG IURAN PGRI: GURU...

Febi: Sudah, minum dulu. Kopi saja ada ampasnya, masa...

261


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved