Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Bangun-Bangun Jadi Gibran: Dracin di Peron MRT
Lampungpro.co, 03-Nov-2026

Asyihinpro 348

Share

Pemimpin Redaksi Lampungpro.co, Irwan One Ariefyanto

Lalu saya tambahkan, pelan-pelan, supaya tidak terdengar seperti kritik.

"Dan satu lagi, Pak. Kalau rakyat kehilangan ayam, lapornya berminggu-minggu tanpa kabar. Tapi kalau ada demo, polisinya cepat sekali datang, lengkap dengan tameng dan barakuda. Giliran dimintai tolong, lambat. Giliran tidak diminta, gesit. Mohon dibalik, Pak."

Kapolri tersenyum tipis, mungkin menahan komentar.

"Kalau warga lapor ke polisi malah disuruh cari saksi sendiri dan urunan bensin, lebih baik mereka lapor ke tukang sayur saja. Gratis dan cepat."

Ajudan berbisik, "Mas, cukup, Mas. Kita belum makan siang."

Agenda paling berat saya simpan untuk terakhir: pulang ke Solo menemui Bapak.

"Pak, sekarang Bapak tenang-tenang saja di rumah, ya. Nggak usah terlalu sibuk memikirkan urusan negara. Kalau ingin tetap produktif, masjid di depan rumah selalu butuh tenaga. Ngurus sajadah itu enak, Pak. Kalau berantakan, tinggal dirapikan. Kalau politik berantakan, yang pusing satu negara."

Bapak mengernyit. Suasana mendadak hening, lebih dingin dari rapat kabinet saat ada usulan pemotongan anggaran dinas.

"Pak, warisan terbesar seorang pemimpin bukan memastikan keluarganya tetap di lingkaran kekuasaan. Warisan terbesar adalah sistem yang sehat, sehingga negara tetap berjalan baik meskipun keluarga kita sudah jadi warga biasa. Lagipula, cari pahala tidak harus pakai stempel dinas, kan?"

Menjelang sore, badan saya seperti dihantam truk. Pinggang pegal luar biasa gara-gara seharian duduk di mobil, lalu turun, jalan, naik lagi, turun lagi, ke sana kemari.

Ternyata jadi Wapres bukan cuma ganti foto di dinding sekolah dan pakai jas hitam. Rakyat kira jabatan ini empuk, padahal yang empuk cuma jok mobilnya, itu pun tidak cukup untuk menyelamatkan tulang punggung.

1 2 3 4 5 6 7 8

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
ANDI, FEBI, DAN UANG IURAN PGRI: GURU...

Febi: Sudah, minum dulu. Kopi saja ada ampasnya, masa...

261


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved