Masalahnya makin terasa ketika melihat perubahan dunia kerja yang begitu cepat. Pemasaran hari ini sudah bergerak ke Digital Marketing, bukan lagi sekadar promosi konvensional. Pengambilan keputusan bisnis juga semakin bergantung pada Data Analytics, bukan sekadar intuisi. Dunia sudah berlari, tapi tidak semua kampus bergerak dengan kecepatan yang sama.
Masih ada proses belajar yang terlalu nyaman di teori, tugas yang berhenti di makalah, dan magang yang hanya sekadar formalitas. Mahasiswa lulus dengan nilai bagus, tapi minim pengalaman nyata. Ketika masuk dunia kerja, mereka kaget karena ternyata realitas tidak sama dengan apa yang selama ini dipelajari.
Kalau kondisi ini terus dibiarkan, jangan heran kalau cerita lulusan manajemen yang kesulitan kerja terus muncul setiap tahun. Kampus perlu berbenah, dan ini bukan sekadar memperbarui kurikulum di atas kertas. Yang dibutuhkan adalah perubahan cara pandang. Praktik harus diperbanyak, magang harus dijalankan dengan serius, mahasiswa perlu diarahkan memiliki spesialisasi yang jelas, dan teknologi harus menjadi bagian dari keseharian belajar, bukan sekadar tambahan.
Ada satu hal yang mungkin terasa sensitif, tapi penting: kampus perlu berani jujur soal kondisi lulusannya. Berapa yang cepat bekerja, berapa yang masih menunggu, dan berapa yang akhirnya keluar jalur. Transparansi ini bukan untuk menjatuhkan, tapi justru untuk memperbaiki.
Sering kali semua diserahkan pada mekanisme pasar kerja, seolah itu solusi akhir. Padahal, kalau dari awal tidak dipersiapkan dengan baik, pasar tentu akan memilih yang lebih siap. Dan itu bukan kesalahan pasar.
Di sisi lain, lulusan manajemen sebenarnya punya peluang besar untuk tidak sekadar menjadi pencari kerja. Mereka punya dasar untuk membangun usaha, mengelola bisnis, bahkan menciptakan lapangan kerja. Namun arah ini sering kali belum digarap serius. Banyak yang tetap diarahkan menjadi “pelamar”, bukan “pencipta peluang”.
Perlu ditegaskan, ini bukan soal menyalahkan satu pihak. Mahasiswa punya tanggung jawab, dunia kerja punya standar, itu wajar. Tapi kampus sebagai tempat membentuk lulusan, tidak bisa berdiri di pinggir dan merasa cukup hanya dengan meluluskan.
Berikan Komentar
Kominfo Lampung
597
Bandar Lampung
580
124
28-Apr-2026
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia