Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Buka Peluang Pelajar Kerja ke Jepang, Pemprov Lampung Perkuat Program Kelas Migran Vokasi
Lampungpro.co, 18-Nov-2025

Febri 22239

Share

Wakil Gubernur Lampung Saat Tinjau Pendidikan Vokasi Migran di SMKN 4 Bandar Lampung | Lampungpro.co/Dok Kominfo

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.co): Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung terus memperkuat implementasi program Kelas Migran Vokasi Jepang, sebagai langkah strategis membuka akses kerja luar negeri bagi pelajar SMA dan SMK di wilayah Lampung.

Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela mengatakan, program ini menjadi salah satu program unggulan Pemprov Lampung, di mana Lampung menjadi provinsi pertama (pilot project) yang mewujudkan Kelas Migran Vokasi SMK dan SMA secara nasional. 

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal sendiri, telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) progam ini dengan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia pada 30 Juli 2025 lalu.

Selain membuka akses, program ini juga bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber Daya Manusia (SDM) di Provinsi Lampung sesuai dengan salah satu misi Gubernur Mirza, yaitu Memperkuat sumber daya manusia yang unggul dan produktif.

"Program ini bukan hanya sekadar pelatihan bahasa, tapi juga jembatan yang membuka peluang kerja bagi generasi muda Lampung," kata Jihan Nurlela saat meninjau langsung pelaksanaan pendidikan vokasi migran di SMKN 4 Bandar Lampung, Senin (17/11/2025). 

Jihan turut menekankan, banyak siswa memiliki harapan besar untuk bisa bekerja atau melanjutkan karier ke Jepang, sehingga keberadaan program ini harus mampu mengakomodasi aspirasi tersebut.

Jihan juga menyoroti tantangan terbesar yang dihadapi saat ini, yaitu keterbatasan sensei atau tenaga pengajar bahasa Jepang.

Pemprov Lampung sendiri, sedang mengejar pemenuhan kebutuhan ini sekaligus membuka peluang kolaborasi dengan berbagai institusi pendidikan tinggi.

"Kami sedang koordinasi dengan universitas-universitas, termasuk dengan Universitas Indonesia, untuk menjajaki sinergi dan kolaborasi agar kebutuhan pengajar dapat terpenuhi," ujar Jihan Nurlela.

Pemprov Lampung sendiri, terus berkomitmen untuk memperluas jangkauan program pendidikan vokasi migran, agar semakin banyak sekolah dapat mengikuti kelas vokasi migran.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Lampung, Thomas Amirico menambahkan, program sekolah vokasi migran ini mengalami perkembangan positif, meski masih menghadapi sejumlah hambatan teknis.

"Target kami 240 sekolah, namun saat ini baru 93 sekolah yang sudah menjalankan program dengan peserta mencapai 2.658 siswa," tambah Thomas Amirico.

Sementara itu, lebih dari 5.000 siswa lainnya sedang menunggu giliran dan diperkirakan mulai mengikuti pembelajaran pada bulan ini.

"Kami ada 37 sensei yang mengajar di SMK maupun SMA negeri, namun kekurangannya nanti akan kami tutup dengan sekitar 51 guru sensei eksternal," ujar Thomas Amirico.

Thomas memastikan, Pemprov Lampung akan terus memonitor proses pembelajaran, termasuk peningkatan kualitas pengajaran, kesiapan uji kompetensi, dan penyelarasan kurikulum dengan kebutuhan pasar kerja Jepang. 

Thomas juga menekankan pentingnya menghadirkan sertifikasi bahasa Jepang tingkat N4 di Lampung, agar siswa tidak perlu ke luar daerah.

Tahun ini, beberapa perusahaan Jepang akan datang langsung ke Lampung untuk melihat proses pembelajaran dan menyiapkan rekrutmen. Saat ini, terdapat delapan sektor yang menjadi fokus penyiapan tenaga kerja, termasuk caregiver, hospitality, dan manufaktur.

Melalui program kelas migran vokasi ini, Pemprov Lampung ingin memastikan bahwa siswa siap menghadapi peluang kerja luar negeri dengan keterampilan, sertifikasi, dan kesiapan budaya.

Selain memperbaiki sistem pengajaran, pemerintah juga memperluas jejaring dengan kementerian, lembaga penyedia pelatihan, serta perusahaan Jepang yang siap menfasilitasi proses rekrutmen.

Dengan percepatan yang terus dilakukan, Pemprov Lampung optimistis seluruh sekolah sasaran dapat mulai berjalan dalam waktu dekat, sehingga semakin banyak pelajar Lampung yang memperoleh kesempatan meraih masa depan di pasar kerja internasional. (***)

Editor : Febri Arianto

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya

Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved