JAKARTA (Lampungpro.com): Angka kejadian Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan semakin meningkatnya angka perceraian juga jadi keprihatinan Kementerian Agama. Untuk itu, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengapresiasi langkah Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) yang tengah menyusun desain kurikulum pendidikan pranikah.
LKKNU diketahui juga aktif memberikan pendidikan pranikah. Keluarga adalah inti terkecil yang sangat vital di tengah-tengah masyarakat. Inilah yang harus menjadi fokus bagaimana membina hingga harapannya masyarakat bisa terbangun, kemudian bangsa ini secara keseluruhan juga memiliki ketahanan di sektor kehidupan, kata Menteri Agama saat menjadi pembicara pada Halaqah Keluarga Maslahan yang digelar LKKNU di Jakarta, Jumat (27/4/2018, dilansir Halallife (Grup Lampungpro.com).
Menurut Menag, langkah LKKNU sejalan dengan kebijakan Kementerian Agama. Sejak beberapa tahun terakhir, Kementerian Agama secara serius menggarap pendidikan pra nikah atau bimbingan perkawinan agar bisa dilakukan secara lebih baik. Melalui bimbingan perkawinan yang baik, pasangan muda yang akan menikah diharapkan mendapat pengembangan wawasan terkait hal ikhwal keluarga.
Menag melihat, banyak pasangan muda yang memasuki jenjang pernikahan tanpa bekal pengetahuan tentang konsep keluarga, mulai dari relasi hubungan suami istri, orang tua dan anak, dan lainnya. Akibatnya, angka kekerasan dalam rumah tangga dan perceraian di Indonesia terus meningkat.
Berdasarkan penelitian Litbang Kementerian Agama, sejak dua tahun lalu, dijumpai angka kekerasan dalam rumah tangga semakin meningkat. Bahkan, angka perceraian juga terus meningkat. Ini salah satunya karena kurangnya perhatian kita dalam mempersiapkan generasi muda ketika ingin memasuki jenjang pernikahan, kata Menag seperti dikutip kemenag.go.id.
Begitu minimnya bimbingan perkawinan dan pendidikan pranikah. Bahkan nyaris belum ada proses yang terstruktur, sistematis, dan terencana dengan baik yang menjadi bekal mereka, Menag melanjutkan.
Fenomena itu mendorong Kemenag untuk lebih fokus dalam penguatan bimbingan perkawinan terhadap pasangan yang akan melangsungkan pernikahan. Ketua LKK NU Ida Fauziah mengatakan, PBNU merasa bertanggungjawab untuk membuat konsep keluarga maslahah sebagaimana yang yang sudah berkembang di keluarga NU. Ida berharap konsep yang sedang dibuat nantinya bisa menjadi bagian dari disain pendidikan keluarga yang sedang dikembangkan Kementerian Agama.
Membangun ketahanan keluarga tentu saja dimulai dari konsepnya. Membangun keluarga tidak cukup dengan Sakinah, Mawadah, Warahmah tapi juga dibutuhkan keluarga yang memberikan nasehat kebaikan bagi keluarganya, lingkungannya, dan alamnya, tutur Ida.
Hadir pada acara tersebut, Sinta Nuriah Abdurahman Wahid, Rais Syuriah PBNU KH. Ahmad Ishomuddin, dan Dirjen Bimas Islam, Muhammadiyah Amin. Pertemuan dengan Menteri Agama itu, hari ini Sabtu (28/4/2018) rencananya akan dilanjutkan dengan Seminar dengan topik Penguatan Gerakan Kemaslahatan Keluarga demi Ketahanan Bangsa, yang akan dilaksanakan di The Acacia Hotel, Jakarta dimulai pukul 12.30 WIB.
Akan hadir dalam acara tersebut KH. Said Aqil Siradj (Ketua Umum PBNU), Bpk. Prof Dr. H. Muhammadiyah Amin (Dirjen Bimas Islam Kemenag RI), KH. Husein Muhammad (Pengasuh PP al Darut Tauhid Arjawinangun), Nyai Hj. Maria Ulfah Anshor (Wakil Ketua LKK PBNU), Alissa Wahid (Sekretaris LKK PBNU). (**/PRO2)
Berikan Komentar
Dukungan dan legacy yang besar, juga mengandung makna tanggung...
17510
882
06-Apr-2025
504
06-Apr-2025
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia