Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Ciduk Tiga Pelaku, Polairud Temukan Modus Baru Pelaku Ilegal Fishing Bom Ikan Pakai Perantara Anak-Anak di Perairan Lampung
Lampungpro.co, 25-Apr-2025

Febri 269

Share

Polairud Polda Lampung Saat Ekspos Penangkapan Ikan Secara Ilegal | Lampungpro.co

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.co): Jajaran Direktorat Polairud Polda Lampung, mengungkap modus baru penangkapan ikan secara ilegal, dengan cara melakukan pengeboman menggunakan bahan peledak di wilayah perairan Lampung.

Direktur Polairud Polda Lampung, Kombes Bobby Paludin Tambunan mengatakan, modus para pelaku untuk mendapatkan bom ikan tersebut, dengan cara memanfaatkan anak-anak agar bisa mengelabui petugas di lapangan.

"Fakta menarik pada pelaku bom ikan ini ada modus baru, jadi mereka mengelabui petugas dengan memanfaatkan anak-anak sebagai kurir, untuk menghantarkan bom ikan yang akan digunakan," kata Kombes Bobby Paludin Tambunan saat ekspos di Kantor Direktorat Polairud Polda Lampung, Jumat (25/4/2025).

Selain itu, para pelaku mendapatkan bom ikan tersebut ada yang membeli secara online secara terputus melalui sistem cash on deliveri (COD), ada juga yang membuatnya secara langsung.

"Jadi untuk COD, barang tersebut didapat dengan cara dipesan dan dibayar di tempat secara langsung, dimana antara penjual dan pembeli mereka tidak saling kenal dan tidak saling mengetahui," ujar Kombes Bobby Paludin Tambunan.

Motif para pelaku ini karena ekonomi, tentunya dengan modal yang sedikit mereka ingin mendapatkan ikan yang banyak, sehingga mereka ingin mendapatkan manfaat atau keuntungan besar.

"Pada rentang Februari - Maret 2025 ini, ada tiga kasus nelayan yang memakai bom ikan, dengan tiga tersangka yang berhasil kami tangkap," ujar Kombes Bobby Paludin Tambunan.

Meski modus baru menggunakan perantara anak-anak, namun Polairud Polda Lampung akan menindak tegas terhadap para pelaku kejahatan penangkapan ikan secara ilegal.

Polairud Polda Lampung juga akan menggandeng dari Balai Pemasyarakatan (Bapas), dan juga Dinas Perikanan dan Kelautan (DKP) Lampung, untuk menindak para pelaku kejahatan penangkapan ikan secara ilegal atau ilegal fishing.

Editor : Febri Arianto

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Lampung Dipimpin Mirza-Jihan: Selamat Bertugas, "Mulai dari...

Dukungan dan legacy yang besar, juga mengandung makna tanggung...

26475


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved