PEKALONGAN (Lampungpro.com): Desa Wisata adalah motor perekonomian masyarakat di daerah. Mengembangkan Desa Wisata dengan model homestay-nya adalah cara cepat, mudah dan efektif untuk membangkitkan ekonomi lokal.
Pernyataan ini diungkapkan anggota Komisi X DPR RI Dr Melinda Irwantia SE Msi. Karena itu, harus lebih banyak Desa-Desa Wisata di banyak destinasi di tanah air, ujarnya dalam Seminar Pengembangan Pariwisata dalam Rangka Menggerakkan Perekonomian Daerah, di Hotel Horison , 11 Februari 2017 di Pekalongan.
Kegiatan ini merupakan kerja bareng, antara Kementerian Pariwisata Republik Indonesia dengan Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kota Pekalongan. Saya yakin mengembangkan destinasi Desa Wisata itu mampu menstimulus atau menjadi motor pengungkit perekonomian desa, kata Malinda.
Langkah tersebut sejalan dengan keinginan pemerintah pusat yang sudah menetapkan pariwisata sebagai core economy Indonesia ke depan. Hanya sektor inilah yang bisa men-drive ekonomi masyarakat dengan sharing economy atau yang lebih dikenal sebagai ekonomi gotong royong. Ini penting, agar perekonomian nasional dan pertumbuhan ekonomi tidak hanya bertumpu pada ekspor komoditi saja. Pariwisata termasuk kategori eksport yang devisanya diambil langsung oleh masyarakat," ujar anggota DPR yang membidangi Pendidikan, Kebudayaan, Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda Olahraga, Perpustakaan itu.
Melinda menambahkan, melalui wisata perdesaan, desa bisa mengoptimalkan setiap potensi yang dimiliki. Karena wisata pedesaan merupakan aktivitas yang dilakukan di suatu desa untuk menarik wisatawan berkunjung ke desa tersebut.
Trend go nature, dengan desa sebagai destinasi utama sudah mendunia saat ini. Wisatawan diajak mengenal kehidupan pedesaan melalui aneka aktivitas unik masyarakat desa, seperti memetik teh di kebun teh Pagilaran di Desa Keteleng Kec Blado, Kab Batang dan sentra desa wisata kebun nanas di Pemalang dan selfie di Taman Bunga Krisan Wonobodro, Batang.
Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Wisata Nusantara Esthy Reko Astuti langsung mengapreasi rencana langkah strategis untuk mengembangkan pariwisata di Pekalongan, Batang dan Pemalang ini. "Adanya tempat-tempat wisata seperti desa wisata ini dapat membantu meningkatkan pendapatan masyarakat. Pengeluaran atau pembelanjaan para pengunjung akan meningkatkan pendapatan dan keuntungan bagi masyarakat setempat. Masyarakat setempat banyak memanfaatkan tempat-tempat wisata sebagai ladang untuk mencari nafkah," ujar Esthy.
Kata Esthy, perlunya kerjasama sinergis antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, pihak swasta, dan masyarakat dalam mengembangkan sektor pariwisata di Pekalongan, Batang dan Pemalang. "Segera akan kami tindak lanjuti dengan langkah awal dalam waktu dekat akan mengundang blogger dan media dan mulai mempromosikan desa wisata melalui medsos. Kerjasama sinergis ini memang diperlukan agar dapat terwujud manajemen kepariwisataan yang baik sehingga dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap daya tarik wisatawan, yang pada gilirannya akan meningkatkan pendapatan asli daerah, pendapatan masyarakat, dan berkontribusi pula terhadap peningkatan devisa negara, katanya.
Dalam Seminar pengembangan Pariwisata yang diikuti sekitar 100 peserta ini, selain Melinda, tiga pembicara lain adalah Balgis Diab SE, SAg MM (Ketua DPRD Kab/Kota Pekalongan), Kustantinah (Praktisi Pendidikan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Batang) dan Tjuk Kushindarto (Kadis Pariwisata Kota Pekalongan).
Kota Pekalongan dua hari terakhir memang sangat meriah. walau udara terasa sangat dingin dengan turunnya hujan yang terus mengguyur, tidak menurunkan minat ribuan warga dari berbagai kelurahan di Kota Pekalongan untuk menyaksikan Kirab Budaya Gia Ang 2568.
Kemeriahan bertambah karena disaat bersamaan ada acara yang digelar Kemenpar tersebut.
Seperti diketahui, Menpar Arief Yahya memang sedang fokus di tiga hal. Pertama air connectivity atau konektivitas udara, agar lebih banyak wisman yang bisa masuk melalui jembatan udara.
Kedua, memperbanyak homestay desa wisata itu, sebagai bukti banyak geliat Pariwisata juga bisa dirasakan impact-nya ke masyarakat level bawah.
Ketiga go digital, dengan membangun digital market place yang bisa dijadikan selling platform secara online oleh pelaku bisnis Pariwisata. Termasuk Desa Wisata dan Homestay, mereka difasilitasi untuk punya akses bertemu dengan global market, kata Arief Yahya.
Berikan Komentar
Dukungan dan legacy yang besar, juga mengandung makna tanggung...
16376
EKBIS
9028
Bandar Lampung
6344
201
04-Apr-2025
326
04-Apr-2025
278
04-Apr-2025
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia