Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Dewi Peri Pikat Ratusan Wisatawan Berkunjung ke Jogja
Lampungpro.co, 16-May-2017

1203

Share

SLEMAN (Lampungpro.com)-Desa Wisata dan Homestay memang lagi gencar-gencarnya digalakan oleh Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya. Dirinya menargetkan 20.00 homestay di desa wisata tahun ini dan 100 ribu pada 2019. 

Ada satu Desa Wisata yang sedang nghits berada di Lereng Gunung Merapi, Jogjakarta yakni Desa Wisata Pentingsari (Dewi Peri). Desa yang menjadi inspirasi ini banyak di datangi hingga ratusan orang pengunjung setiap harinya.  

Ya, banyak alasan untuk jatuh cinta pada Dewi Peri. Siapapun Anda, dari mana pun Anda datang, pesona sang Dewi Peri sungguh memikat. Anda yang dari Jogja, luar Jogja atau luar negeri, pasti terpikat dengan kecantikan asli Dewi Peri serta kegiatan yang Anda bisa ikuti.

Lokasi Dewi Peri berjarak sekitar 25 km dari Bandara Adisucipto atau dari pusat Kota Jogja, sangat mudah dijangkau. Motor, mobil, bahkan bus besar pun bisa sampai ke lokasi. Ada tempat parkir yang bisa menampung 10 bus besar. Tempat parkir lainnya, bisa menampung belasan mobil.

Pada satu waktu, 1.000 orang tamu pun bisa ditampung beraktivitas bersama Dewi Peri. "Asal beda acara. Misal sebagian outbond, sebagian kuliah lapangan, yang lainnya kemah dan kelompok lainnya belajar gamelan dan seterusnya. Kalau semuanya satu kegiatan kami tak sanggup," ujar Ketua Desa Wisata Pentingsari, Doto Yogantara.

Ya, Dewi Peri memiliki banyak potensi yang menarik. Ada tanah lapang yang bisa dipakai kemah. Ada halaman teduh yang nyaman untuk outbond. Ada 4 Joglo dan 7 Pendopo yang bisa dipakai untuk workshop atau kuliah lapangan. Lalu ada lahan sawah untuk belajar bertani serta ada 10 toilet publik dan 20 toilet milik warga yang bisa diakses publik.

Dari sisi atraksi, Anda akan bisa ikut warga masyarakat untuk bermain dan belajar gamelan Jawa (karawitan). Bisa pula praktik membuat selongsong ketupat dengan janur. Menanam padi, membajak sawah, bisa pula Anda lakukan di sini. Ada lahan atau sawah khusus yang disiapkan untuk wisatawan. "Bisa pula melakukan treasure hunt, membuat Gunungan dari sayur-sayuran dan buah-buahan lokal," ujar Doto.

Tak hanya itu, Anda juga bisa membuat bubuk kopi hingga siap untuk diminum. Mulai dari pengeringan, proses menyangrai dengan wajan, hingga menumbuk "gorengan" kopi itu menjadi bubuk halus yang siap seduh.

1 2 3 4

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Lampung Dipimpin Mirza-Jihan: Selamat Bertugas, "Mulai dari...

Dukungan dan legacy yang besar, juga mengandung makna tanggung...

16352


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved