SLEMAN (Lampungpro.com)-Desa Wisata dan Homestay memang lagi gencar-gencarnya digalakan oleh Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya. Dirinya menargetkan 20.00 homestay di desa wisata tahun ini dan 100 ribu pada 2019.
Ada satu Desa Wisata yang sedang nghits berada di Lereng Gunung Merapi, Jogjakarta yakni Desa Wisata Pentingsari (Dewi Peri). Desa yang menjadi inspirasi ini banyak di datangi hingga ratusan orang pengunjung setiap harinya.
Ya, banyak alasan untuk jatuh cinta pada Dewi Peri. Siapapun Anda, dari mana pun Anda datang, pesona sang Dewi Peri sungguh memikat. Anda yang dari Jogja, luar Jogja atau luar negeri, pasti terpikat dengan kecantikan asli Dewi Peri serta kegiatan yang Anda bisa ikuti.
Lokasi Dewi Peri berjarak sekitar 25 km dari Bandara Adisucipto atau dari pusat Kota Jogja, sangat mudah dijangkau. Motor, mobil, bahkan bus besar pun bisa sampai ke lokasi. Ada tempat parkir yang bisa menampung 10 bus besar. Tempat parkir lainnya, bisa menampung belasan mobil.
Pada satu waktu, 1.000 orang tamu pun bisa ditampung beraktivitas bersama Dewi Peri. "Asal beda acara. Misal sebagian outbond, sebagian kuliah lapangan, yang lainnya kemah dan kelompok lainnya belajar gamelan dan seterusnya. Kalau semuanya satu kegiatan kami tak sanggup," ujar Ketua Desa Wisata Pentingsari, Doto Yogantara.
Ya, Dewi Peri memiliki banyak potensi yang menarik. Ada tanah lapang yang bisa dipakai kemah. Ada halaman teduh yang nyaman untuk outbond. Ada 4 Joglo dan 7 Pendopo yang bisa dipakai untuk workshop atau kuliah lapangan. Lalu ada lahan sawah untuk belajar bertani serta ada 10 toilet publik dan 20 toilet milik warga yang bisa diakses publik.
Dari sisi atraksi, Anda akan bisa ikut warga masyarakat untuk bermain dan belajar gamelan Jawa (karawitan). Bisa pula praktik membuat selongsong ketupat dengan janur. Menanam padi, membajak sawah, bisa pula Anda lakukan di sini. Ada lahan atau sawah khusus yang disiapkan untuk wisatawan. "Bisa pula melakukan treasure hunt, membuat Gunungan dari sayur-sayuran dan buah-buahan lokal," ujar Doto.
Tak hanya itu, Anda juga bisa membuat bubuk kopi hingga siap untuk diminum. Mulai dari pengeringan, proses menyangrai dengan wajan, hingga menumbuk "gorengan" kopi itu menjadi bubuk halus yang siap seduh.
Berikan Komentar
Dukungan dan legacy yang besar, juga mengandung makna tanggung...
16352
EKBIS
8991
Bandar Lampung
6319
292
04-Apr-2025
251
04-Apr-2025
231
04-Apr-2025
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia