Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Dosen Polinela Teliti Bakteri Salmonella pada Daging Ayam di Pasar Bandar Lampung
Lampungpro.co, 10-Aug-2026

Sandy 420

Share

Pedagang ayam di Pasar Tugu, Bandar Lampung | LAMPUNGPRO.CO/Ist

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.co): Tim peneliti Politeknik Negeri Lampung (Polinela) melakukan penelitian untuk memastikan keamanan daging ayam broiler yang beredar di sejumlah pasar tradisional Kota Bandar Lampung.

Penelitian tersebut secara khusus dilakukan untuk mendeteksi keberadaan bakteri zoonotik Salmonella sp. pada daging ayam broiler yang dijual kepada masyarakat.

Kajian ini menjadi penting mengingat daging ayam merupakan salah satu bahan pangan yang banyak dikonsumsi masyarakat dan memiliki risiko terkontaminasi bakteri apabila proses penanganan, penyimpanan, maupun sanitasi tidak dilakukan secara baik.

Penelitian tersebut dilakukan dengan mengambil sampel daging ayam broiler di sejumlah pasar tradisional Kota Bandar Lampung, Jumat (24/7/2026).

Tim peneliti menggunakan pendekatan One Health, yakni konsep yang melihat kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan sebagai bagian yang saling berkaitan.

Melalui pendekatan tersebut, penelitian tidak hanya berfokus pada keberadaan bakteri pada produk pangan, tetapi juga melihat potensi risiko kesehatan masyarakat yang berkaitan dengan rantai produksi dan distribusi pangan asal hewan.

Dalam penelitian tersebut, pengambilan sampel dilakukan secara purposif di lima pasar tradisional, yakni Pasar Gintung, Pasar Untung, Pasar Tempel Rajabasa, Pasar Tugu, dan Pasar Koga.

Sampel yang diperoleh kemudian dibawa untuk menjalani pemeriksaan laboratorium guna mengetahui ada atau tidaknya kontaminasi Salmonella sp.

Seluruh Sampel Negatif Salmonella

Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan seluruh sampel daging ayam broiler yang diambil dari lima pasar tersebut dinyatakan negatif Salmonella sp.

Hasil tersebut menjadi kabar positif bagi masyarakat. Berdasarkan sampel dan waktu pemeriksaan yang dilakukan dalam penelitian, daging ayam broiler yang beredar di lokasi penelitian tidak menunjukkan adanya kontaminasi bakteri Salmonella sp.

Meski demikian, tim peneliti mengingatkan hasil tersebut tidak serta-merta berarti pengawasan terhadap keamanan daging ayam dapat dihentikan.

Temuan penelitian ini masih menjadi data awal atau baseline mengenai kondisi kontaminasi Salmonella sp. pada daging ayam broiler di sejumlah pasar tradisional Kota Bandar Lampung.

Kondisi keamanan pangan dapat mengalami perubahan tergantung pada waktu, proses distribusi, suhu penyimpanan, kebersihan peralatan, kondisi lingkungan pasar, hingga cara pedagang menangani daging sebelum sampai ke tangan konsumen.

Karena itu, penerapan higiene dan sanitasi tetap menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas dan keamanan pangan asal hewan.

Upaya tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab pedagang, tetapi juga membutuhkan keterlibatan pengelola pasar dan pemerintah melalui instansi terkait.

Pedagang perlu memastikan daging ditangani dengan peralatan yang bersih, ditempatkan pada kondisi penyimpanan yang sesuai, serta menghindari terjadinya kontaminasi silang selama proses penjualan.

Sementara pengelola pasar dan instansi terkait juga memiliki peran dalam memastikan kondisi lingkungan pasar tetap bersih dan memenuhi standar sanitasi.

Pendekatan One Health

Penggunaan pendekatan One Health dalam penelitian ini menjadi salah satu aspek penting karena keberadaan bakteri zoonotik tidak dapat dilihat hanya dari sisi produk pangan.

Bakteri seperti Salmonella dapat berkaitan dengan kesehatan hewan, lingkungan tempat pengolahan dan perdagangan, hingga kesehatan manusia sebagai konsumen.

Karena itu, pemantauan secara berkelanjutan diperlukan untuk memperoleh gambaran kondisi keamanan pangan secara lebih menyeluruh.

Penelitian tersebut diketuai drh. Luh Putu Nadya Santika, M.Sc., dengan anggota tim drh. Mettarani Dymia Euis Pefdini, M.Sc., dan Madiyan Sugesti, S.Pt., M.Pt.

Tim peneliti berharap hasil penelitian ini dapat memberikan informasi ilmiah mengenai kondisi keamanan daging ayam broiler yang beredar di pasar tradisional Bandar Lampung.

Selain itu, hasil penelitian diharapkan dapat menjadi salah satu rujukan bagi pemangku kepentingan dalam meningkatkan pengawasan keamanan pangan, khususnya produk asal hewan.

Data tersebut juga diharapkan dapat mendukung penyusunan kebijakan yang berkaitan dengan perlindungan kesehatan masyarakat serta mendorong peningkatan kesadaran pelaku usaha mengenai pentingnya penerapan higiene dan sanitasi.

Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi upaya peningkatan keamanan pangan serta mendukung kebijakan perlindungan kesehatan masyarakat di Kota Bandar Lampung, sekaligus menjadi dasar bagi penelitian lanjutan terkait pemantauan kontaminasi bakteri zoonotik pada produk pangan asal hewan. (***)

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
ASN Disuruh Absen Pagi dan Sore. Lalu,...

Pernyataan seorang anggota DPR yang mengatakan masih ada ASN...

13704


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved