Meski demikian, Rahmudin mengakui masih terdapat kemungkinan pertandingan biliar tidak digelar apabila persoalan organisasi tersebut belum memperoleh penyelesaian hingga pelaksanaan Porprov.
Menurutnya, apabila KONI Provinsi Lampung belum mampu menyelesaikan persoalan dengan Pengprov terkait, KONI Kota Bandar Lampung dapat mengambil langkah dengan mengusulkan agar cabor biliar tidak dipertandingkan.
“Kalau nanti KONI Provinsi belum bisa menyelesaikan dan Pengprov tetap ngotot, KONI Kota bisa mengusulkan untuk tidak mempertandingkan cabor biliar,” kata Rahmudin.
Kondisi tersebut membuat kepastian mengenai pertandingan biliar masih bergantung pada penyelesaian polemik organisasi di tingkat provinsi maupun kepengurusan cabor.
Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung pun memastikan akan terus memantau perkembangan persoalan tersebut. DPRD berharap konflik internal organisasi olahraga tidak mengorbankan atlet yang telah menjalani latihan dan persiapan untuk menghadapi Porprov.
Dengan waktu pelaksanaan Porprov yang semakin dekat, penyelesaian persoalan kepengurusan dinilai penting agar atlet memperoleh kepastian. Para atlet pun diharapkan dapat berkonsentrasi penuh mempersiapkan diri tanpa terbebani persoalan organisasi yang berada di luar arena pertandingan. (*/rls)
Berikan Komentar
314
15-Sep-2026
298
15-Sep-2026
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia