TANGGERANG(Lampungpro.com)-Garuda Indonesia menyanggupi permintaan Menteri Pariwisata Arief Yahya untuk membuka direct flight dari China dan India. Hal itu disampaikan langsung ketika Menteri asal Banyuwangi itu melakukan roadshow ke kantor garuda di Kawasan Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Banten.
Dia pun meremind akan permintaan yang berulang kali disampaikan ke Garuda Indonesia, untuk membuka direct flight dari China dan India.
Dua negara itu, paling "tebal" marketnya. Dengan potensi destinasi di Indonesia, kedua negara itu sudah hampir pasti, jatuh cinta. Bahkan, mereka yang sudah berwisata ke tanah air, benar-benar cinta mati akan keindahan alam, budaya dan suasana di Indonesia.
"Kalau tidak mau terbang ke dua negara itu terus mau ke negara mana? Kota apa lagi? Statistik menunjukkan angka yang sulit dibantah, dua negara itu growth signifikan," kata Arief Yahya.
Tahun lalu, Menpar Arief Yahya sudah meminta Garuda Indonesia untuk terbang ke India, langsung. Bahkan rutenya sudah diusulkan, Jakarta-New Delhi, Denpasar Mumbai, Kuala Namu Medan-Chennai. "Angka survei mengatakan, 60 persen travellers itu maunya direct flight," kata Menpar Arief.
Menpar menghargai Garuda Indonesia yang sudah mulai terbang ke Mumbai, walaupun harus transit dulu di Bangkok. Itu sudah bagus, tinggal bagaimana meningkatkan menjadi direct flight termasuk ke beberapa kota di China juga dibuka, ujar Menpar Arief Yahya, Senin (17/4) lalu.
Adapun kota yang disasar Menpar Arief Yahya adalah Chengdu dan beberapa secondary city yang ada di China untuk menjaring turis China lebih banyak lagi.
Saya minta ke Garuda untuk menambah direct flight ke China. Di tujuh secondary city di China sana, sudah menggunakan flight carter. Kalau itu dijadikan schedule flight pasti akan lebih bagus untuk menjaring wisman lebih banyak, katanya.
Direktur Utama Garuda Indonesia, Pahala N Mansury yang belum seumur jagung menjabat sebagai orang nomor satu di maskapai pelat merah itu terkaget-kaget dengan kehadiran Menpar Arief Yahya itu.
Tidak pakai basa basi, langsung straight to the point, meremind permintaan lama yang belum dijalankan secara penuh. "Saya sampaikan ini, karena saya sayang dengan Garuda Indonesia," ujar Arief Yahya.
Direktur Utama Pahala N Mansury pun mengaku siap mengakomodir permintaan Menpar Arief yahya itu. Saat ini pihak Garuda sedang mengevaluasi penerbangan di secondary city yang ada di China.
Sesuai dari arahan Pak Menteri, itu akan kita review semua, terlebih yang dari Chengdu dan enam destinasi lainnya di China, ujar Pahala.
Pahala menjelaskan, untuk destinasi utama di China tahun ini sudah berjalan dengan baik. Guangzhou, Beijing dan Shanghai itu sudah berjalan. Sedangkan untuk Jakarta-Guangzhou sudah ada tujuh kali dalam seminggu, sementara Denpasar-Guangzhou sudah jalan sebanyak tiga kali dalam seminggu," kata Pahala.
Selain itu, Garuda tahun ini juga sedang me-review tiga destinasi lain, yaitu Amerika, Chengdu dan Moskow. Ada tiga yang kita rencanakan, yaitu Amerika, Chengdu dan Moskow. Ketiga destinasi itu memang masih dalam proses review saat ini. Untuk penerbangan ke Amerika, masih memiliki kendala licensi transit di Narita Jepang. Jika itu sudah keluar akan bagus jadi dari Jakarta-Narita-Honolulu-Los Angeles, ujar Pahala.
Tidak hanya permintaan penambahan direct flight ke China yang diakomodir, Garuda Indonesia juga sudah memenuhi keinginan Menpar Arief Yahya agar ada penerbangan ke 10 destinasi prioritas atau 10 Bali Baru.
Untuk direct flight ke 10 destinasi prioritas itu sudah confrim, Garuda akan mendarat di 10 destinasi itu. Jika tidak ada kendala, Juli tahun ini lisence-nya keluar, kata Pahala.
Adapun 10 destinasi wisata prioritas dari Kementerian Pariwisata adalah Danau Toba (Sumatera Utara), Borobudur (Jawa Tengah), Mandalika (Nusa Tenggara Barat), Labuan Bajo (Nusa Tenggara Timur), Bromo-Tengger-Semeru (Jawa Timur), Kepulauan Seribu (DKI Jakarta), Wakatobi (Sulawesi Tenggara), Tanjung Lesung (Banten), Morotai (Maluku Utara) dan Tanjung Kelayang (Bangka Belitung).
Berikan Komentar
Dukungan dan legacy yang besar, juga mengandung makna tanggung...
16909
Lampung Selatan
5468
231
05-Apr-2025
396
05-Apr-2025
265
05-Apr-2025
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia