Dan konon kabarnya, tari ini hanya bisa dilakukan oleh mereka yang dianggap memiliki kemampuan khusus untuk memanggil para roh leluhur.
"Selain Alen yang memiliki nilai sakral, ada juga tari Kaingkla, Saafo, Firi, Kalintuk, Kalemkok Kla, Fotobem dan Sarar yang sama memiliki pesona etnik yang sakral," kata Esthy.
Selain budaya, di wilayah kediaman suku Moi juga kaya akan wisata sejarah. Tepatnya di Pulau Doom yang menjadi pusat pemerintahan Belanda.
Di pulau ini masih terdapat bangunan-bangunan seperti kantor residen Belanda, rumah para perwira militer, asrama atau tanksi polisi, asrama pelayaran atau schevaard camp dan rumah guru yang tertata dengan rapi. Juga terdapat penjara zaman Belanda yang masih berada di sana.
Wilayah pulau Doom pada masa Perang Dunia II pernah dijadikan bunker oleh Jepang untuk menghadapi tentara sekutu, bunker-bunker Pulau Doom, Kota Sorong Papua Barat tersebut masih tersebar mejadi saksi bisu sejarah Tanah Moi.
"Dari pulau ini kita juga dapat menikmati sunrise maupun sunset yang menawan," kata Esthy.
Lalu, apa saja yang akan dihadirkan dalam Festival Budaya Malamoi 2017?
Berikan Komentar
Lampung Timur
798
Lampung Selatan
1409
Kominfo Lampung
1408
8433
28-Mar-2026
310
19-Mar-2026
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia